Ngeri! Dokter Bedah Ungkap Benda-benda Aneh yang Ditemukan di Tubuh Pasien

ADVERTISEMENT

Ngeri! Dokter Bedah Ungkap Benda-benda Aneh yang Ditemukan di Tubuh Pasien

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 24 Jan 2023 08:00 WIB
Tangkapan layar akun Tiktok Nick Pappas MD
Foto: Tangkapan layar akun Tiktok Nick Pappas MD
Jakarta -

Seorang ahli bedah ortopedi di New Orleans, dr Nick Pappas, membagikan pengalamannya menemukan benda-benda tubuh pada pasien yang dioperasi olehnya. Meski sebagian operasi di tangannya hanya berlangsung selama sekitar 30 menit, dr Pappas mengaku pernah menemukan duri lele, jari ekstra, hingga cincin tumbuh di kulit dan bertahan seumur hidup.

"Saya pernah mengalami satu pria dengan gigitan ular, yang membuat seluruh tangannya membengkak seperti balon," kata dr berusia 43 tahun tersebut, dikutip dari New York Post, Senin (23/1/2023).

"Dia telah membunuh ular itu setelah ular itu menyerangnya, dan semua perawat ketakutan karena pria itu digigit ular sembari bangkai ular yang sudah mati itu dibawa bersamanya," sambungnya.

Pappas mengaku pernah menarik duri bulu babi dari tangan pasien. Duri tersebut tertanam hingga ke tulang.

Ia juga berpengalaman melepas jari yang terinfeksi gangren, pelet senjata BB, dan kabel listrik. Pengalaman lainnya, dr Pappas mengaku pernah mengalami sedikit kekacauan ketika menangani pasien dengan sekrup di dalam tangan. Pasalnya, dr Pappas harus mengikuti protokol tertentu terkait pembedahan sebelum bisa melakukan upaya pembedahan.

"Kalau sekrup, saya harus mencari di mana masuknya dan mencari merek sekrup dan mencoba obeng yang berbeda untuk melepasnya," jelasnya.

"Mungkin kepala sekrupnya rusak, atau sekrupnya menempel di tulang, dan saya harus memahatnya dari tangan. Anda membutuhkan pencitraan yang tepat dan instrumen yang tepat. Itu bisa menantang, dan tidak selalu mudah," imbuh dr Pappas.

Pada beberapa kasus, misalnya pasien yang sempat tertembak dan memiliki peluru menyangkut di tubuh, diperlukan pengalamatan khusus agar tindakan bedah tak malah memperburuk kondisi pasien.

"Secara umum, ahli bedah tidak mengeluarkan peluru dari ekstremitas kecuali jika menyebabkan rasa sakit, sangat dangkal, berada di persendian, atau mendorong struktur neurovaskular," beber dr Pappas.

"Kadang-kadang bisa lebih berbahaya untuk mencoba mengeluarkannya daripada membiarkannya, selama tidak menimbulkan masalah," sambungnya.

NEXT: Tidak pernah bosan bekerja

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT