Gejolak Jiwa Masa Muda: Sudah Stres, Pakai Narkoba Pula

Ulasan Khas Ababil dan Gangguan Jiwa

Gejolak Jiwa Masa Muda: Sudah Stres, Pakai Narkoba Pula

Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 24 Okt 2012 13:00 WIB
Gejolak Jiwa Masa Muda: Sudah Stres, Pakai Narkoba Pula
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Masa muda identik dengan gejolak yang menggebu-gebu. Namun sayangnya gejolak jiwa ini bisa memicu remaja mengalami stres, bahkan jika tidak tertangani dengan baik dapat membuatnya terjerumus ke narkoba.

"Gangguan jiwa misalnya ia mengalami stres yang secara otomatis bisa mempengaruhi penyalahgunaan narkoba. Namun tergantung dari kepribadiannya," ujar dr Sylvia, D Elvira, SpKJ(K) dari Klinik Empati Departemen Psikiatri FKUI/RSCM saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu, (24/10/2012).

dr Sylvia menuturkan pada dasarnya kalau kepribadian dari remaja itu matang dan kuat, maka meski ia mengalami gangguan jiwa seperti cemas atau depresi ia tidak akan lari ke narkoba. Namun kalau kepribadiannya lemah, rentan, rapuh dan tidak biasa mengatasi rasa stresnya dengan baik, maka ia akan mencari cara untuk membuat stresnya hilang. Jika ia terpengaruh dengan lingkungan, seperti teman-temannya, bisa membuatnya mengonsumsi narkoba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Faktor utamanya dari diri dia sendiri, baru setelah itu faktor lingkungan," ujar dr Sylvia yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI).

Diketahui para pecandu atau pengguna narkoba jangka panjang akan membuat zat-zat kimia dalam barang haram tersebut membuat sistem sarafnya rusak, serta merangsang kelainan perilaku seperti berhalusinasi, ilusi dan gangguan cara berpikir yang memicu gangguan kejiwaan.

Selain itu, berbagai masalah atau problem yang dialami oleh remaja bisa memicunya mengalami gangguan jiwa mulai dari putus dengan pacar, orangtua bercerai hingga tidak lulus sekolah.

"Kondisi ini bisa memicunya mengalami stres, karena dia harus beradaptasi dengan situasinya yang baru atau peristiwa yang baru dialaminya. Dalam kesehatan jiwa disebut dengan stresor," ungkapnya.

Stresor adalah berbagai faktor yang bisa menimbulkan stres. Stresor ini bisa bersumber dari diri pribadi orang tersebut misalnya kepribadiannya, akibat lingkungan yang ada di sekitarnya, dan stresor psikososial yang mana setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang sehingga memerlukan adaptasi.

"Jika tidak diatasi dengan baik maka bisa memicu gangguan jiwa seperti kecemasan bahkan hingga skizofrenia," ujar dr Sylvia yang lahir pada 13 November 1959.

Schizofrenia adalah suatu kondisi yang mana seseorang memiliki kesulitan memproses pikirannya sehingga timbul halusinasi, delusi, pikiran yang tidak jelas dan tingkah laku atau bicara yang tidak wajar.

dr Sylvia menuturkan gangguan jiwa pada remaja dipengaruhi dari diri sendiri, genetik yang diturunkan (meski belum terbukti secara biologis), faktor saat ibunya mengandung, dan proses persalinan yang lama bisa memicu skizofrenia. Untuk itu sejak dini orang tua perlu mengajarkan pada anak bagaimana cara mengatasi stres yang baik, sehingga nantinya ketika beranjak remaja dan dewasa, ia menjadi tahu bagaimana harus bersikap ketika sedang stres dan mencegah terjadinya gangguan jiwa.

(ver/)
Ulasan Khas Ababil dan Gangguan Jiwa
13 Konten
Masa remaja menjadi proses untuk mencari jati diri seseorang. Nah, bila salah arahan bisa jadi mereka mengalami gangguan pada jiwanya. Lebih lanjut, simak yuk ulasan khas ini.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads