Remaja Seperti Ini Punya Bakat Stres dan Jadi 'Gila'

Ulasan Khas Ababil dan Gangguan Jiwa

Remaja Seperti Ini Punya Bakat Stres dan Jadi 'Gila'

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 24 Okt 2012 16:06 WIB
Remaja Seperti Ini Punya Bakat Stres dan Jadi Gila
(Foto: thinkstock)
Jakarta -

Gangguan jiwa tak muncul begitu saja, butuh banyak faktor risiko yang membuatnya bisa berubah jadi gangguan jiwa ringan atau bahkan berat seperti skizofrenia. Gejala pertama biasanya muncul saat remaja atau dewasa muda. Apa saja?

Masa remaja merupakan masa pancaroba dari anak-anak menuju dewasa. Pada saat ini, banyak terjadi perubahan pada tubuh, baik secara biologis seperti perubahan hormonal dan bentuk tubuh, maupun psikologis seperti penentuan citra diri dan peralihan perilaku dari anak-anak.

Masa remaja juga kerap disebut sebagai masa yang penuh stresor. Tawuran misalnya, banyak dilakukan oleh remaja yang ingin menonjolkan diri atau menarik perhatian dengan perilaku nakalnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada sebuah gerakan yang menyoroti perilaku pada remaja, yang mengungkapkan remaja bukan hanya mengalami pergolakan tapi bisa jadi awal gangguan jiwa, yang disebut mental ill behavior adolescent. Perilakunya bukan hanya karena kenakalan saja, tapi jangan-jangan gangguan jiwa. Harus ada preventif," ujar dr Tun Kurniasih Bastaman, SpKJ(K), Ketua Umum Pengurus Pusat PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia), saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (24/10/2012).

Menurut dr Tun, ada beberapa faktor risiko yang membuat remaja berbakat mengalami gangguan jiwa, antara lain:

1. Riwayat keluarga ada yang menderita gangguan jiwa atau faktor genetik
2. Mendapat kesulitan dalam sosialisasi, seperti kurang bisa bergaul dan selalu merasa rendah diri
3. Anak-anak yang mengalami kesulitan belajar
4. Anak yang hiperaktif.

"Itu baru faktor risikonya saja. Nanti kalau belakangan di kemudian harinya akan berubah ke arah mana, apakah skizofrenia, atau bipolar, depresi tergantung prosesnya. Berangkat dari anak, remaja sampai dewasanya, terus ada proses," lanjut psikiater kelahiran Tasikmalaya, 11 Mei 1946 ini.

Pada gangguan cemas, saat kecil si anak biasanya sudah menunjukkan tanda-tanda yang disebut separation anxiety (cemas perpisahan). Menurut dr Tun, anak yang sejak TK susah dilepas oleh ibunya saat sekolah, besar kecenderungannya akan mengalami gangguan cemas saat dewasa, seperti khawatir berlebihan, was-was, selalu berpikiran negatif dan susah konsentrasi.

Depresi lain lagi. dr Tun menyebutkan bahwa anak-anak yang sudah kehilangan orang tua kandungnya atau menjadi yatim piatu sejak kecil, akan berisiko lebih tinggi mengalami depresi saat dewasa, karena depresi besar hubungannya dengan kehilangan orang-orang yang dicintai.

"Yang harus diwaspadai adalah ketika ada perubahan-perubahan perilaku. Yang seharusnya pada anak remaja suka bergaul, ini malah nggak, menarik diri. Dari yang biasanya pergi sama teman, tahu-tahu maunya di kamar saja. Prestasi belajarnya turun juga patut diwaspadai. Kalau yang tadinya biasa bagus tiba-tiba menurun, itu harus waspada," tutur dr Tun.

Jika anak atau remaja Anda sudah mengalami perubahan perilaku, ada baiknya melakukan pendekatan dan menjalani komunikasi dengan baik. Jangan langsung menghukum anak tanpa melihat latar belakangnya terlebih dahulu.

Kebanyakan orang tua biasanya langsung menghukum ketika perilaku anak menjadi berubah atau prestasi belajarnya menurun, tanpa melihat penyebabnya dan tanpa mau mengerti mengapa anaknya berubah.

"Mesti harus dicari tahu dululah penyebabnya apa, bisa saja karena anaknya jadi bahan bullying. Nah, kuncinya komunikasi orang tua dan anak harus baik. Kalau misalnya susah melakukan komunikasi, orang tua harus minta bantuan orang ketiga yang profesional. Mungkin di sekolah ada guru BP, tetap bisa ditanyakan apakah perubahan itu terjadi di rumah atau sekolah. Orang tua mesti cari informasi," tutup dr Tun.

(mer/vit)
Ulasan Khas Ababil dan Gangguan Jiwa
13 Konten
Masa remaja menjadi proses untuk mencari jati diri seseorang. Nah, bila salah arahan bisa jadi mereka mengalami gangguan pada jiwanya. Lebih lanjut, simak yuk ulasan khas ini.

Berita Terkait