Menghentikan kebiasaan merokok, terlebih pada perokok berat bukanlah hal yang mudah. Tak jarang seseorang perlu melakukannya berkali-kali baru akhirnya ia berhasil terbebas dari rokok.
Meski bukan hal yang mustahil, tapi ada banyak kasus yang mana pecandu rokok baru bisa benar-benar menghentikan kebiasaan buruknya ini setelah menderita suatu penyakit yang mengharuskannya berhenti merokok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukti-bukti ilmiah ini menunjukkan adanya hubungan antara rokok dengan risiko berbagai penyakit seperti impotensi, kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.
Walau peringatan bahaya kesehatan ini sudah tercantum dalam bungkus rokok, namun nyatanya tidak membuat para perokok ini merasa jera dan kapok untuk merokok lagi.
"Orang Indonesia biasanya begitu, berhenti merokok kalau sudah sakit," ujar Fuad Baradja, aktivis penanggulangan masalah rokok, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (2/1/2013).
Fuad menceritakan salah seorang perokok yang berhasil berhenti merokok pada usia 90 tahun. Laki-laki ini sudah merokok sejak usia 20 tahun, ia berhenti merokok karena sudah sakit-sakitan dan cucu keponakannya yang merupakan dokter terkenal menjelaskan padanya tentang bahaya rokok, hingga akhirnya ia mencapai titik pemahaman bahwa ia harus berhenti merokok.
Selain dibutuhkan niat yang kuat untuk berhenti merokok, seorang perokok juga perlu motivasi dan informasi, sehingga seseorang yang tadinya mungkin tidak paham dengan bahaya rokok menjadi lebih mengerti dan dapat menghentikan kebiasaan buruknya sebelum diserang penyakit.
(ver/vit)











































