Rabu, 16 Okt 2013 16:17 WIB

Ulasan Khas Kehamilan Berisiko

Bahaya yang Mengintai Wanita Hamil Bayi Kembar

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Betapa lucu dan menggemaskan saat melihat sepasang bayi kembar, lalu mengamatinya tumbuh hingga dewasa. Namun siapa sangka, di balik kelucuan itu ada risiko cukup besar yang ditanggung ibu-ibu dengan kehamilan bayi kembar.

Dokter kandungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K) mengatakan hamil bayi kembar bisa dikatakan sebagai kehamilan yang tidak normal. Normalnya ibu hamil cuma mengandung 1 janin, sedangkan pada hamil kembar janin ada lebih dari 1.

"Risikonya bisa lahir prematur, perdarahan, kelainan otak, karena yang dikandung bebannya lebih besar itu tadi," kata dr Ovi, demikian ia biasa disapa, dalam perbincangan dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (16/10/2013).

Untungnya, berbagai risiko itu bisa dicegah atau ditekan seminimal mungkin. Misalnya untuk mencegah keguguran, sang ibu bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan agar bisa terpantau terus kondisi si ibu maupun bayi yang dikandungnya.

Terkait dengan risiko kelahiran prematur, dokter kandungan dari RS Bunda Jakarta, dr Aryando Pradana mengingatkan dampak-dampaknya. Bayi yang lahir prematur berisiko lahir dengan berat badan rendah dan hal itu kadang-kadang bisa disertai berbagai masalah kesehatan.

"Bayi yang belum cukup bulan memiliki paru-paru dan organ-organ lain yang belum matang sehingga berisiko untuk dirawat di ruang perawatan ICU untuk bayi," kata dokter yang akrab disapa dr Nando ini.

Komplikasi lain menurut dr Nando adalah kesulitan melahirkan dengan cara persalinan normal, karena kadang posisi bayi kembar saling bersilangan. Untuk mengurangi risiko tersebut, maka pemeriksaan USG (Ultrasonografi) sangat penting agar dokter bisa merencanakan metode kelahiran yang tepat.



(up/vta)