Rabu, 16 Okt 2013 19:03 WIB

Ulasan Khas Kehamilan Berisiko

Begini Caranya agar Kehamilan Sehat Tanpa Komplikasi

Radian Nyi Sukmasari, Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kehadiran si buah hati tentu sangat dinanti. Kekhawatiran bayi lahir cacat atau gangguan kesehatan yang dialami sang ibu pasca persalinan juga tak ingin dirasakan pasangan manapun. Sehingga tak ada satupun pasangan yang ingin dihadapkan pada komplikasi, baik selama masa kehamilan maupun persalinan. Lalu bagaimana cara mencegahnya?

"Komplikasi semasa kehamilan bisa terjadi kapan saja, oleh karena itu sebaiknya melakukan pemeriksaan kehamilan yang rutin dan lengkap dengan tenaga kesehatan terlatih, sehingga faktor yang menyebabkan komplikasi dapat dikenali dan diatasi sebelum komplikasi muncul," tutur dr Aryando Pradana, SpOG alias dr Nando ketika dihubungi detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (16/10/2013).

Dokter yang berpraktik di RSIA Bunda Menteng Jakarta ini juga menekankan wanita yang tengah hamil tak masalah bila ingin tetap aktif bekerja atau melakukan kegiatan harian lainnya. Yang perlu dihindari adalah aktivitas yang terlalu berat sehingga perut terasa kencang dan keluar flek.

Lalu bagaimana dengan olahraga? Saat dihubungi terpisah, dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) dari RSCM mengungkapkan, "Olahraga yang normal misalnya jalan kaki (baik bagi ibu hamil), tapi itu tergantung dari kebiasaan dia ya. Kalau biasa masak di dapur itu juga olahraga, selama kondisinya juga menunjang. Misalnya ada yang angkat besi padahal umur kandungannya sudah sembilan bulan ya enggak masalah kalau dia sudah biasa."

Hanya saja dr. Dwiana mengingatkan ibu hamil tak boleh lupa jika untuk setiap jenis olahraga yang akan mereka lakukan harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan dan selalu berada di bawah pengawasan dokter maupun keluarga.

"Pada wanita hamil yang tidak memiliki penyulit dianjurkan melakukan olahraga seperti senam, yoga dan kegiatan fisik dengan intensitas sedang selama 30 menit sehari," timpal dr Nando.

Faktor penyulit yang dimaksud dr Nando merupakan gangguan kesehatan tertentu yang terjadi pada si ibu hamil dan dapat mempengaruhi kondisi kehamilan. Sebenarnya faktor penyulit ini sangat beragam, namun yang paling sering ditemui misalnya pendarahan yang terus-menerus terjadi pada trimester kedua atau ketiga, placenta previa setelah usia kehamilan masuk 26 minggu, preeklampsia (hipertensi yang dipicu kehamilan), anemia parah, bronkitis kronis, diabetes tipe 1 dan hipertensi yang kurang terkontrol, obesitas dan kekurangan berat badan ekstrim.

Bagaimana dengan asupan bagi si ibu hamil? "Makanan sebenarnya tidak ada pantangan, selama seimbang. Kayak junk food juga boleh asal enggak banyak. Yang bahaya itu makanan yang tidak seimbang, harusnya kan ada karbohidrat, protein, lemak, buah-buahan, dan sayur. Ibu hamil makan buah terus juga enggak baik, atau makan junk food banyak enggak diimbangi dengan yang lainnya juga enggak bagus, makanya harus seimbang," tutur dr Dwiana.

dr Nando juga menambahkan makanan yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah makanan yang memiliki kandungan kalori, protein, serat, vitamin dan mineral yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya.



(vit/vit)