Rabu, 16 Okt 2013 19:48 WIB

Ulasan Khas Kehamilan Berisiko

Janin Terlilit Tali Pusar, Apa Penyebabnya?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Pada ibu hamil, terkadang terdapat beberapa kondisi yang membuat bayi di kandungan harus segera dikeluarkan, salah satunya ketika bayi terlilit tali pusar. Sebenarnya, apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi?

Menurut dr Aryando Pradana, SpOG, hal ini bisa disebabkan karena kondisi tali pusar yang terlalu panjang. Dokter yang akrab disapa dr Nando ini mengatakan pada 20 persen persalinan normal, bisa terjadi lilitan tali pusar satu kali.

"Bahkan dari 0,2 sampai 0,5 persen persalinan normal terdapat lilitan tali pusat tiga kali, sehingga lilitan tali pusat dianggap hal yang normal," kata dr Nando saat dihubungi detikHealth, dan ditulis Rabu (16/10/2013).

Untuk mencegah hal ini, menurut dokter yang berpraktik di RS Bunda Jakarta ini tidak perlu ada tindakan khusus. Hanya saja yang perlu dilakukan adalah melakukan pengawasan terhadap kesejahteraan janin selama persalinan agar kondisi bayi tetap baik.

Sementara itu, dokter spesialis kandungan di RSCM, dr Dwiana Ocviyanti, untuk mengatasi bayi yang terlilit tali pusar, perlu diperhatikan dulu kondisi si ibu dan anak.

"Kalau tali pusarnya panjang tapi masih bisa bersalin normal, ya tidak apa-apa, tapi kalau persalinannya itu ada masalah dan ada risiko lain ya dilakukan caesar. Sekali lagi itu berdasarkan keputusan dokter yang melihat hasil dari pemeriksaan ya," kata dr Dwiana. Lantas, apa yang membuat bayi rentan terlilit tali pusat seperti itu.

"Tidak ada kondisi tertentu yang ditengarai menyebabkan hal ini rentan terjadi. Untuk mengetahui serba serbi tentang masa kehamilan dan komplikasi yang mungkin terjadi, bisa memfollow twitter saya di @Nando_dr ya," kata dr Nando sembari tertawa.

(vit/vit)