Rabu, 16 Okt 2013 17:01 WIB

Ulasan Khas Kehamilan Berisiko

Placenta Previa, Saat Ari-ari Janin Menutup Jalan Lahir

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Ari-ari atau plasenta merupakan jaringan yang terbentuk di dalam rahim selama kehamilan. Posisi plasenta seharusnya berada di sepanjang bagian atas rahim. Akan tetapi ada beberapa kasus di mana plasenta menempel di bagian bawah rahim sehingga kelak menutup jalan lahir bagi janin yang akan lahir. Kondisi ini dinamakan placenta previa.

"Salah satu gejalanya yaitu terjadinya perdarahan. Placenta previa ini menyumbang 5-15 persen angka kematian ibu (AKI)," terang dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K), dokter kandungan dari RSCM, saat berbincang dengan detikHealth, dan ditulis pada Rabu (16/10/2013).

Menurut dr Dwiana, satu-satunya cara mengatasi perdarahan tersebut adalah dengan operasi untuk mengeluarkan si bayi. Lantas apa penyebab placenta previa? dr Dwiana menyebut penyebabnya sampai saat ini tidak diketahui. Namun dia mewanti-wanti bila ada kasus semacam ini harus segera ditangani.

"Kalau tidak segera ditangani, si ibu dan anak ya bisa meninggal. Cara mencegahnya nggak ada kecuali satu yaitu dengan tidak hamil," kata dr Dwiana.

Sementara itu dr Aryando Pradana, dokter kandungan di RS Bunda Jakarta, menjelaskan meski kondisi ini belum dipastikan penyebabnya, namun kondisi ini lebih sering terjadi pada kehamilan dengan riwayat operasi caesar sebelumnya. Placenta previa juga beberapa kali ditemukan pada kehamilan seorang wanita wanita yang berusia lebih dari 35 tahun.

"Dan pada kehamilan di atas anak ke-3, serta pada wanita yang sering terpapar asap rokok," papar dokter yang akrab disapa dr Nando ini.

dr Nando menggarisbawahi apabila ada ibu hamil yang mengalami flek atau keluar darah selama masa kehamilan yang tidak disertai rasa sakit selama masa kehamilan di trimester kedua, maka perlu waspada. Jika mengalami kondisi ini, segera lakukan pemeriksaan USG.

"Persalinan harus dilakukan di rumah sakit karena pada beberapa kondisi bisa sampai harus melalui operasi caesar," sambung dokter yang bisa dihubungi melalui akun twitter @Nando_dr ini.

Risiko terburuk kondisi placenta previa, pada beberapa kasus yang mendapatkan penanganan terlambat saat persalinan bisa mengakibatkan kondisi di mana rahim harus diangkat untuk mencegah kematian. "Cara pencegahan adalah melakukan pemeriksaan USG rutin dengan SpOG dan mengetahui letak plasenta," ucap dr Nando.

(vit/up)