Rabu, 11 Des 2013 08:05 WIB

Ulasan Khas Kista Ovarium

Ini yang Perlu Anda Ketahui tentang Kista

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Ketika mendengar kata kista apa yang terbersit dalam benak Anda? Suatu penyakit yang berkaitan dengan kandungan dan bisa mengganggu kesuburan? Mungkin beberapa orang berpikiran seperti itu, tapi nyatanya kista tidak hanya terdapat di kandungan saja.

dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, dari RSUD Leuwiliang Bogor menjelaskan kista adalah terminologi yang merujuk pada tumor di dalam tubuh dengan bentuk seperti kapsul dan berisi cairan. dr Irfan mengibaratkan kista dengan balon yang diisi air.

"Nggak hanya di dinding rahim saja, cuma masyarakat kita kan kalau bicara kista spesifik dengan kandungan. Kandung telur atau indung telur itu kan ada bagian kiri dan kanan. Dikatakan kista kalau salah bagian indung telur itu ada yang berubah jadi benjolan atau tumor yang berisi cairan," terang dr Irfan saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (10/12/2013).

Kista pada dasarnya muncul karena terbentuknya benjolan yang berasal dari sel kelenjar. Kista bisa muncul di beberapa anggota tubuh, misalnya di dinding vagina. Kista semacam ini bersifat bawaan karena perkembangan biologis sisa pembentukan saluran kandungan. Kista juga bisa muncul di bibir kemaluan karena adanya kelenjar bartolini.

"Kalau sel yang bukan dari kelenjar, itu tumor, misalnya di otak. Mata saja kalau ada bintitan itu, kista juga kan berasal dari kelenjar di mata," lanjut dr Irfan.

Dihubungi terpisah dr Sita Ayu Arumi, SpOG dari RSU Bunda Jakarta mengatakan kista adalah kelainan berupa tumor yang berisi cairan. Kalau kista ovarium berarti ada tumor berisi cairan dari organ ovarium.

"Kista nggak hanya di indung telur atau ovarium saja. Semua organ tubuh bisa saja ada tumor misalnya di otak. Non neoplastik itu yang jinak, misalnya kista fungsional yaitu sel telur yang membesar dan tidak pecah tapi biasanya hilang sendiri. Kalau neoplastik berarti yang ganas dan sudah menuju ke kanker," jelasnya.

dr Irfan kembali memaparkan bahwa kista ada yang ganas dan non-ganas. Menurutnya, secara umum kista di ovarium tidak berhubungan dengan keganasan. "Seperti kista fungsional, bisa diakibatkan karena paparan hormon misalnya saat orang hamil atau saat fase setelah menstruasi. Untuk melihat keganasan atau tidak di ob/gyn melihat dengan Malignant Risk Index," tuturnya.

Dokter biasanya juga akan melihat apakan pasien sudah menopause atau belum. Jika sudah menopause berarti risiko menuju ke arah keganasan makin besar. Namun tidak berarti yang belum menopause tidak mungkin jadi ganas.

"Bisa juga dengan tumor marker yaitu melalui pemeriksaan darah dengan Ca-125, tanda khas dari kanker ovarium dilihat keganasan epitelnya bukan kelenjarnya lagi. Kalau di atas 35, berarti sudah menuju ke arah ganas. Cara lainnya yaitu dengan melihat gambaran fisik dari USG apakah misal kista berlobus atau sebagian berisi cairan atau padat apa ada penimbunan cairan. Makin banyak abnormalitas dari poin-poin itu berarti makin ke arah ganas," papar dr Irfan.

(up/vit)