Rabu, 05 Feb 2014 13:30 WIB

Antibiotik untuk Anak

Jika Sakit Seperti Ini, Anak Baru Boleh Diberi Antibiotik

M Reza Sulaiman - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Orang tua mana sih yang tega melihat si kecil tergolek lemah karena sakit. Oleh karena itu, tak jarang ada beberapa orang tua yang pergi ke apotek dan membeli antibiotik untuk anaknya. Padahal, tak semua penyakit harus diatasi dengan antibiotik lho.

Menurut ahli farmakoepidemologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof dr Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD, salah satu penyakit yang bisa membuat anak boleh diberi antibiotik yakni penumonia atau radang paru.

"Ciri-cirinya anak demam tinggi, napasnya cepat sampai 40-50 kali tarik napas per menit," kata Prof Iwan saat berbincang dengan detikHealth seperti ditulis pada Rabu (5/2/2014).

Sedangkan, Prof Iwan menegaskan jangan memberi antibiotik ketika anak diare karena pengobatan diare adalah harus minum banyak air. Kecuali, jika diare pada anak terdapat lendir dan darah, hal itu bisa jadi indikasi diare amoebiasis yang disebabkan oleh amuba yang berasal dari makanan yang tercemar oleh feses.

Senada dengan Prof Iwan, penulis buku 'Orangtua Cermat Anak Sehat', dr Arifianto, Sp.A mengutarakan bahwa diare biasa tidak memerlukan antibiotik. Antibiotik diperlukan jika sudah keluar darah saat diare.

"Itu bisa jadi disentri amuba, boleh diberi antibiotik asal ke dokter," ujar pria yang akrab disapa dr Apin ini.

Ia pun menyebutkan ada beberapa penyakit yang memang membutuhkan antibiotik yaitu infeksi saluran kemih pada balita serta radang tenggorokan Streptokokus atau Faringitis streptokokus yang disebabkan bakteri streptokokus dan biasanya diderita anak usia diatas tiga tahun

"Selain itu juga TBS dan radang telinga tengah atau otitis media yang biasanya disebabkan oleh penjalaran infeksi dari tenggorokan," ucap dr Apin.

(rdn/vit)