Rabu, 02 Apr 2014 19:02 WIB

Ulasan Khas Mati Muda

Mandi Setelah Begadang Bisa Berujung Kematian, Mitos atau Fakta?

Zanel Farha Wilda - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Topik Hangat Mati Muda
Jakarta -

Banyak orang yang kerap begadang dengan berbagai alasan. Misalnya karena deadline suatu pekerjaan, kecanduan main game, atau mahasiswa yang bersiap menghadapi ujian. Akan tetapi perlu diketahui, kebiasaan begadang sangatlah tidak dianjurkan karena berpotensi buruk bagi kesehatan.

Biasanya selepas begadang seseorang memutuskan untuk mandi dengan tujuan menyegarkan tubuh. Namun, tersebar kabar mandi setelah begadang bisa berujung pada kematian, benarkah?

Menurut dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCTM, MHA, SpJP, LMPNLP, ELT, CCH dari RS Asri Jakarta, mandi setelah begadang yang mengakibatkan kematian adalah mitos semata. "Mitos (seperti) itu memang ada, seperti juga kalau makan sayur bayam yang dipanasi ulang atau makan semangka dengan gula dapat berakibat fatal. Secara fisiologis, suhu dingin akan menyebabkan penguncupan pembuluh darah, sebaliknya suhu hangat akan melebarkan pembuluh darah," terang dr Kasim Rasjidi kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (2/4/2014).

Lebih lanjut dr Kasim menjelaskan ketika kondisi tubuh mengalami kedinginan maka kulit menjadi mengkerut dan pucat, sehingga tubuh akan merasa menggigil dan berupaya menggerakan tubuh yang nantinya akan timbul rasa hangat pada tubuh. Sementara, bila kulit terpapar sinar matahari maka pori-pori akan membesar kemerahan yang bisa memicu produksi keringat untuk membantu mendinginkan tubuh.

Tentu saja kebiasaan tidak tidur berjam-jam atau begadang tak bisa terus-menerus dibiarkan, sebab acap kali dihubung-hubungkan dengan meningkatnya risiko kondisi medis, seperti stroke dan serangan jantung. "Kalau pembuluh darah sudah dalam kondisi penyempitan, baik di otak ataupun di jantung, maka secara nalar mungkin saja terjadi momen di mana paparan mendadak terhadap dingin akan menguncupkan sampai menyumbatnya, tapi tak dapat disalahkaprahkan dan disamaratakan begitu saja" ujar dr Kasim.

Hal ini sejalan dengan penuturan dokter yang berpraktik di RS Mitra Kemayoran, yakni dr Andreas Prasadja, RPSGT. "Tidak, itu cuma mitos," ucapnya saat ditanya kebenaran mandi setelah begadang bisa berujung kematian.

Menurutnya, serangan jantung atau stroke memang sering terjadi di kamar mandi apabila yang bersangkutan baru akan beraktivitas. Dipaparkan dr Andreas, pada pagi hari hormon sedang naik, sedangkan oksigen sedang rendah. Nah penelitian di Mayo Clinic mengatakan serangan jantung itu memang umumnya terjadi di pukul 9 malam-6 pagi. Jadi mungkin saja orang yang menyebutkan ada kematian karena mandi setelah begadang itu dikarenakan orang tersebut mempunyai serangan jantung.

"Karena kan bagaimanapun kesehatan tidur setelah begadang itu tetap harus dilihat pada kondisi tubuh sebelumnya. Intinya kan kepada kebutuhan tidurnya itu. Bagaiman pun juga, tidurlah yang memegang peranan besar disini. Makanya memang disebutkan kalau kurang tidur itu bisa menyebabkan kematian, juga penyakit-penyakit, seperti hipertensi, jantung, diabetes, disfungsi ereksi, dan sebagainya masih banyak lagi," paparnya.

(hrn/vta)
Topik Hangat Mati Muda