Rabu, 18 Jun 2014 12:04 WIB

Ulasan Khas Papsmear

Tak Selalu Sakit, Begini Prosesnya Saat Wanita Melakukan Papsmear

Ajeng Annastasia Kinanti, M Reza Sulaiman - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Topik Hangat Ulasan Khas Papsmear
Jakarta - Pap smear memang seharusnya dilakukan secara berkala. Jika belum menikah, dokter menyarankan agar setiap wanita melakukan pap smear setiap tiga tahun sekali. Akan tetapi jika sudah menikah dan berusia di atas umur 35 tahun, pap smear sebaiknya dilakukan setahun sekali.

Sayangnya, sebagian wanita takut melakukan pap smear karena pap smear sering kali dianggap suatu proses yang menyakitkan. Padahal menurut dr Gunawan Dwi Prayitno, SpOG(K) proses pap smear tidak menyakitkan dan sangat mudah.

"Papsmear dilakukan dengan mengoles mulut rahim, nah pada saat mengoleskan maka ada sel-sel mulut rahim yang terlepas. Sel-sel itulah yang kemudian akan diperiksa ke laboratorium," tutur dr Gunawan ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu, (18/6/2014).

Lebih lanjut, dr Hari Nugroho, SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya menjelaskan bahwa papsmearnya sebenarnya sangat mudah dilakukan. Hanya saja memang ada sedikit rasa tidak nyaman akibat wanita diharuskan membuka kakinya secara lebar.

Dijelaskan dr Hari bahwa posisi wanita ketika melakukan papsmear adalah litotomi, yaitu posisi tidur dengan kaki terbuka seperti akan melahirkan. Hal ini dilakukan supaya dokter bisa melihat jelas kondisi organ dalam. Setelah itu baru alat dioleskan di mulut rahim.

"Prosesnya memang tidak sakit dan memang sebagian merasa tidak nyaman. Tetapi tidak nyaman hanya 5 menit sekali dalam 3 tahun untuk menyelamatkan nyawa saya rasa cukup beralasan," ungkap dr Hari.

Menurut US National Cancer Institute, lebih dari 12.000 wanita didiagnosa menderita kanker serviks setiap tahun dan 4.000 wanita meninggal akibat penyakit tersebut. Di Indonesia sendiri, kanker serviks merupakan pembunuh utama wanita di Indonesia setelah kanker payudara.

(up/up)
Topik Hangat Ulasan Khas Papsmear