Rabu, 06 Agu 2014 10:05 WIB

Menggemuk Pasca Lebaran

Ini Sebabnya Risiko Penyakit Jantung Meningkat Usai Lebaran

Dias Asilatiningsih - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Pasca lebaran, sebagian orang cenderung mengalami kenaikan atau penurunan berat badan secara drastis. Konon orang-orang yang mengalami weight cycling atau berat badan naik turun dengan cepat semacam ini rentan sakit jantung.

"Weight cycling memang memiliki pengaruh kepada jantung tapi tidak terlalu besar," tutur Dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA kepada detikHealth dan ditulis Rabu (6/8/2014).

Ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita itu kemudian menjelaskan risiko sakit jantung bisa muncul karena adanya penumpukan lemak dalam tubuh. Padahal pengendapan lemak ini pada akhirnya dapat mengakibatkan sindroma metabolik (gangguan yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes).

Senada dengan dr Isman, Dr dr Anwar Santoso, SpJP, FIHA, PhD juga menegaskan bahwasanya weight cycling atau weight fluctuations merupakan faktor risiko yang mengganggu kesehatan seseorang, tak peduli berapapun derajat kegemukannya.

"Dalam tujuh tahun ke depan, orang-orang yang sering mengalami weight cycling ini rentan mengalami sindroma metabolik. Ini keadaan klinis seseorang yang berbahaya bagi kesehatan karena akan mengakibatkan (munculnya) diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit ginjal," terangnya.

Bahkan weight cycling tak hanya 'mengundang' risiko penyakit jantung. "Penyakit lain seperti penyempitan saraf dan terhentinya napas saat tidur juga diakibatkan karena berlebihnya berat badan," imbuh dr Isman.

Tak terkecuali penyakit kardiovaskular. Baik dr Isman maupun dr Anwar sepakat kenaikan berat badan dapat merusak lapisan endotel atau lapisan pembuluh darah koroner. Padahal, sama halnya seperti kulit, jika lapisan ini rusak maka LDL (low density lipoprotein) atau lemak jahat dapat masuk dengan mudah ke dalam lapisan ini.

"Jika LDL ini bereaksi dengan oksigen yang ada di dalam darah, maka akan menyebabkan radang. Jika tidak dicegah dengan cepat, dapat menyebabkan sumbatan pada lapisan tersebut dan mengakibatkan serangan jantung," urai dr Isman.

Lantas bagaimana mengantisipasinya? dr Anwar mengingatkan sindroma metabolik terjadi bilamana:

1. Lingkar perut lebih dari 90 cm pada laki-laki dan lebih dari 80 cm pada wanita
2. Kadar gula darah di atas 126 mg/dl atau sudah dinyatakan mengidap diabetes mellitus
3. Kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) kurang dari 45 mg/dl pada laki-laki atau kurang dari 55 mg/dl pada wanita,
4. Hipertensi
5. Kadar triglycerida lebih dari 150 mg/dl

Jika salah satu kondisi di atas sudah terjadi pada diri Anda, maka jangan heran bila sejumlah penyakit akan berbondong-bondong menghampiri. Mungkin ini saatnya Anda harus segsra ambil tindakan, misalkan dengan menurunkan berat badan, mengatur pola makan dan memaksa diri untuk rajin berolahraga.

(lil/up)