Rabu, 06 Agu 2014 18:35 WIB

Menggemuk Pasca Lebaran

Idealnya Bobot Turun 2-4 Kg Selama Puasa, Lebih dari Itu Justru Bahaya

Firstrianisa Gustiawati - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Sebulan menjalankan puasa sangat membantu program diet. Tidak sedikit yang mendapatkan berkah tambahan di hari raya, yakni bobot yang menyusut disertai timbunan lemak yang menipis. Tapi tetap ada batasnya, lho!

Para ahli merekomendasikan, puasa sebulan jangan sampai menurunkan bobot lebih dari 4 kg. Cukup 2-4 kg saja. Turunnya bobot yang terlalu drastis dalam waktu yang relatif singkat disebut-sebut bisa membahayakan kesehatan dan lebih cepat untuk gemuk lagi.

"Bisa mengakibatkan efek yoyo," tegas dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, dokter gizi dari RS Pertamina saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (6/8/2014).

Efek yoyo ditandai dengan penurunan berat badan yang drastis, lalu diikuti dengan peningkatan kembali dengan tidak kalah drastis. Menurut dr Titi, kondisi tersebut bisa menganggu sistem metabolisme tubuh. Biarpun makan sedikit, risiko terbentuknya lebih banyak lemak justru meningkat.

Sementara itu, nutrisionis Mochamad Aldis Rusliadi, SKM, mengatakan bahwa penurunan berat badan yang ideal adalah 1-1,5 kg dalam sepekan. Dalam sebulan, penurunan berat badan idealnya berada di kisaran 2-4 kg saja. Itu pun tidak sembarangan, tetap ada rambu-rambunya.

"Yang turun harus imbang antara otot dan lemak," kata Aldis.

Lagipula, diet yang sehat seharusnya tidak memaksakan diri. Bahkan ada pula cheating day, yakni semacam cuti dari diet untuk makan sesukanya pada hari-hari tertentu. Tentunya ada kompensasi, misalnya dengan melakukan olahraga lebih intens keesokan harinya.

(up/ajg)