Rabu, 06 Agu 2014 12:01 WIB

Menggemuk Pasca Lebaran

Risiko Akibat Menggemuk Pasca Lebaran: Saraf Terjepit Hingga Serangan Jantung

Dias Asilatiningsih, FIrdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Menu makanan yang berlimpah saat Lebaran membuat beberapa orang mengalami kenaikan berat badan. Bersamaan dengan naiknya berat badan, beberapa risiko penyakit juga turut mengintai.

Menurut dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA, ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita, kelebihan berat setelah leberan dapat menyebabkan sakit jantung, penyempitan saraf dan terhentinya bernapas saat tidur.

Lebih jauh, dr Andra Azwar, SpPD, dari RS Royal Taruma Jakarta mengatakan diabetes juga menjadi ancaman bagi mereka yang kelebihan berat badan.

"Karena makanan lebaran memiliki kadar gula dan kolesterol yang tinggi, maka penyakit seperti diabetes, terjepitnya saraf, serangan jantung, dan kolesterol dapat muncul," papar dr Andra saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (6/8/2014).

Bagi seseorang yang memiliki berat badan berlebih, dr Isman menyarankan untuk menjaga kadar kolesterol, gula, dan tekanan darah. Ia mengatakan untuk menjaga kolesterol tidak lebih dari 5 mmol atau kurang dari 190 mg/dl. Kadar gula sebaiknya juga tidak lebih dari 3 mmol atau kurang dari 115 mg/dl,dan tekanan darah kurang dari 140 mmHg.

"Berjalan kaki sejauh 3 km selama 30 menit setiap 3 kali dalam seminggu. Konsumsi 5 porsi buah dan sayur yang bervariatif. Di sela siang dan sore hari, jangan lupa untuk makan buah. Di malam hari usahakan untuk makan sayur. Pilih sayuran yang berbeda-beda di setiap waktunya," ujar dr Isman memberi tips untuk kurangi bobot.

Selain itu dr Andra juga memberikan saran untuk menjaga makanan yang masuk ke dalam perut agar tidak dalam jumlah yang besar.

"Jika ingin makan kue-kue lebaran, lebih baik makan sepotong atau dua potong saja. Selain itu, imbangi pula dengan aktivitas fisik, seperti olahraga," tutup dr Andra.

(ajg/up)