Rabu, 08 Okt 2014 15:34 WIB

Serba-serbi si Karet KB

Keseringan Pakai Kondom Saat Bercinta, Adakah Efek Buruknya?

Ghea Rianti Purnamasari - detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Karena sering timbul ketidaknyamanan ketika memakainya, banyak pasangan yang mengira sering menggunakan kondom akan membahayakan alat kelamin mereka. Bagaimana tanggapan dokter terkait hal ini?

"Berbahaya kenapa? Tidak masalah kok. Hingga saat ini belum ada laporan medis tentang dampak buruk bila pasangan sering menggunakan kondom saat bercinta," tandas seksolog dr Andri Wanananda, MS kepada detikHealth dan ditulis Rabu (8/10/2014).

Namun dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya tak menampik banyak wanita yang khawatir terkena kanker serviks sebab sering memakai kondom.

"Pernyataan itu sepenuhnya salah. Sebanyak 99,7% kanker serviks yang terjadi akibat dari infeksi HPV (Human Papilloma Virus). Justru pemakaian kondom dapat menurunkan terjadinya infeksi HPV dan infeksi menular seksual lainnya, sehingga secara keseluruhan, kondom justru akan menurunkan terjadinya kanker serviks," terangnya.

Lebih lanjut dr Andri juga menjelaskan para istri tak perlu takut dengan keberadaan minyak pada kondom. Minyak ini justru memudahkan suami ketika melakukan penetrasi penis ke dalam vagina, sehingga keduanya tidak merasakan nyeri.

"Selama tidak menimbulkan reaksi alergi misalnya gatal setelah berhubungan intim, maka kondom tidak berbahaya," tegasnya.

Lantas untuk masalah siapa yang harus memakai kondom, staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta tersebut mengatakan ini kembali pada kenyamanan kedua pihak. Misal bila istri yang memakai kondom namun selama berhubungan intim dan sesudahnya ia justru merasakan nyeri pada organ vitalnya, sebaiknya mintalah suami untuk memakainya.

"Agar tidak jenuh, sekali-sekali boleh Anda lepas kondom saat bercinta dengan istri, saat ia dalam periode tidak subur," imbuhnya.
 
Menurut dr Andri, kondom memiliki kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya. Karena selain mencegah kehamilan, kondom dikatakan dr Andri juga bisa mencegah penularan HIV-AIDS pada pasangan.

"Alat kontrasepsi lain seperti spiral, pil KB, dan sebagainya itu hanya mencegah kehamilan tetapi tidak bisa mencegah HIV-AIDS seperti kondom," ucapnya menyebut kelebihan kondom dibanding alat kontrasepsi lainnya.

(lil/vit)