Rabu, 19 Nov 2014 13:00 WIB

Kontroversi Rokok Elektrik

Dimintai Bocoran tentang Regulasi Rokok Elektrik, Begini Jawaban BPOM

Firdaus Anwar - detikHealth
Jakarta -

Rencana penetapan regulasi rokok elektrik yang dibuat oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bersama Kementerian Kesehatan dikatakan oleh Kepala BPOM, Dr Roy Sparringa, akan datang dalam waktu dekat.

Roy mengatakan saat ini rokok elektrik semakin marak penggunaannya dan dari berbagai perbincangan tampaknya lebih banyak merugikan daripada memberikan manfaat. Oleh karena itu pihaknya berencana akan membuat regulasi untuk melindungi masyarakat dari bahaya potensial yang mungkin terkandung dalam rokok elektrik.

Lalu apa yang nanti akan diatur? Untuk hal tersebut Roy mengaku masih belum dapat memberikan kejelasan karena masih dalam tahap pembahasan. Namun secara garis besar aturan yang nanti berlaku akan mengacu dengan yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO).

"Kami belum bisa mengatakan seperti apa nanti peraturannya. Yang jelas kita akan mengikuti WHO karena itu benchmark-nya (patokannya -red)," ujar Roy saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (19/11/2014).

WHO sendiri mengatakan meski bahaya pasti dari rokok elektrik masih perlu penelitian lebih lanjut, regulasi tetap diperlukan untuk menghindari masalah kesehatan yang mungkin muncul.

Regulasi yang disarankan oleh WHO di antaranya seperti pembatasan iklan, sponsor, larangan penggunaan dalam ruangan, serta larangan penjualan isi rokok elektrik rasa buah dan minuman alkohol yang mungkin menarik anak dan remaja.

"Kesimpulan lainnya juga tidak ditemukan cukup bukti bahwa rokok elektrik dapat membantu penggunanya berhenti merokok. Oleh karena itu disarankan pada perokok untuk berhenti menggunakan cara yang telah terbukti terlebih dahulu," tulis WHO dalam situs resminya.

(up/vit)
News Feed