Rabu, 11 Feb 2015 11:03 WIB

Sindrom Pra-Menstruasi

Jangan Salah, Masing-masing Wanita Punya Gejala PMS yang Berbeda Lho

Yulida Medistiara - detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Topik Hangat Sindrom Pra-Menstruasi
Jakarta - Ketika menjelang datangnya 'tamu bulanan' alias haid, beberapa wanita kerap mengalami premenstrual syndrome atau PMS. Gejalanya pun berbeda pada masing-masing wanita.

Seperti penuturan dr Sita Ayu Arumi SpOG dari RS Bunda Jakarta, gejala fisik yang bisa dialami wanita di antaranya merasa nyeri pada perut, migrain, pusing, serta nafsu makan yang meningkat. Tetapi, jika mual dikatakan dr Sita amat jarang terjadi.

Ditambahkan dr Gde Suardana, SpOG dari RSAB Harapan Kita, ada pula gejala hiperhidrasi yang juga termasuk gejala fisik, yaitu terjadi peningkatan hormon insulin sehingga bisa memicu munculnya gejala sering merasa lapar.

Pada wanita yang hiperhidrasi, bila terlalu banyak minum juga bisa menyebabkan bengkak di kaki atau tangan. Untuk menyiasatinya, dr Gde menyarankan yang bersangkutan bisa mengonsumsi makanan mengandung gula, tapi jangan berlebihan karena dapat menyebabkan kencing berlebih dan berat badan bertambah.

"Ini sering dikeluhkan wanita karena saat PMS justru berat badan bertambah. Sehingga harus dialihkan keinginannya, seperti berolahraga senam, yoga, meditasi," tutur dr Gde saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (11/2/2015).

Selain gejala fisik, ada pula gejala psikis PMS. Seperti diutarakan dr Gde, gejala psikis PMS bisa berupa cemas, depresi, dan yang paling umum gejalanya adalah panik dan cemas. Sehingga, ada orang-orang yang saat PMS mudah tegang, cemas, dan panik karena moodnya terganggu.

Baca juga: Uring-uringan Saat PMS Bikin Mood Jelek? Coba Atasi dengan Asupan Ini

Si wanita juga bisa sensitif sekali sehingga mudah tersinggung dan mudah marah. Nah, gejala psikis atau psikologis ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok orang anxiety di mana yang bersangkutan sering cemas, panik, sensitif, mudah marah, dan perasaannya yang lebih peka. Kondisi ini dipengaruhi oleh hormon.

Kemudian, kelompok lainnya yaitu orang depresi yang terdiri dari orang yang mudah sedih, sering menangis, bingung, pelupa, dan sulit mengungkapkan sesuatu. Dikatakan dr Gde, 5%-10% wanita yang mengalami gejala PMS ini berisiko munculnya niat-niat bunuh diri. dr Gde menambahkan bahwa tipe PMS dapat dibedakan berdasarkan gejalanya.

"Benar, klasifikasinya bisa menjadi berbagai jenis digolongkan orang-orang, tapi yang terbanyak digolongkan berdasarkan gejala PMS itu baik fisik maupun psikis, terserah orang itu mau membagi jadi beberapa bagian," paparnya.

Menurut Dr Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, PMS dibedakan menjadi empat tipe sesuai dengan tingkat keparahan dan kondisi hormonal dalam tubuh, yaitu PMS tipe A (60% wanita dunia), H (20%), C (10%), dan D (10%).

Baca juga: Sensitifnya Perempuan Saat 'Mau Dapat'


(rdn/ajg)
Topik Hangat Sindrom Pra-Menstruasi