Setelah Punya Anak, Ayah Juga Bisa Alami Postpartum Depression

ADVERTISEMENT

Pentingnya Kedekatan Ayah-Anak

Setelah Punya Anak, Ayah Juga Bisa Alami Postpartum Depression

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 10 Apr 2015 12:59 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Semua orang tua pasti bahagia ketika menyambut kehadiran buah hati. Namun para ibu rentan mengalami baby blues atau postpartum depression. Tapi jangan salah, postpartum depression ini juga bisa dialami oleh para ayah pasca anak mereka lahir lho.

Dijelaskan praktisi neurosains terapan, Anne Gracia, postpartum depression pada ayah biasanya terjadi karena ia merasa agak kaget melihat kondisi bayi baru lahir yang begitu ringkih. Akibatnya, ayah menjadi takut melakukan apapun terhadap bayinya karena khawatir akan menyakiti si kecil.

"Padahal, dengan perannya sebagai ayah, pastinya seorang suami ingin melakukan sesuatu untuk anaknya. Jadi ibaratnya dia ingin menolong si anak, melakukan sesuatu, tapi tidak bisa," kata Anne dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (10/4/2015).

Bentuk post partum depression ayah bisa berupa penolakan karena takut bertemu bayi. Atau, enggan menggendong bayi dengan alasan belum siap. Bahkan menurut Anne bisa saja karena saking takut atau paniknya, ia ayah tidak mau melihat anaknya. Ada pula ayah yang moody-an, meskipun kondisi ini jarang terjadi.

"Sehingga, ayah yang baru punya anak atau sudah punya anak tapi jarak si anak cukup jauh ini perlu diberi info dan dukungan. Keluarga, petugas medis juga berperan di sini. Makanya kan sering tuh dokter kalau istri baru lahiran, suami pasiennya dipanggil dijelaskan gimana kondisi anak dan ibunya, itu penting. Kalau tidak dibicarakan pasti akan membuat si ayah panik bahkan melihat anaknya aja nggak mau," ucap Anne.

Ketakutan yang dialami ayah, lanjut Anne, bisa juga timbul karena ia sempat depresi saat melihat proses persalinan istri. Apalagi, misalnya, ketika lahir si anak tidak menangis lalu ditepuk-tepuk supaya menangis. Belum lagi ketika ayah juga melihat sang anak dimasukkan ke inkubator, sehingga dapat dikatakan sang ayah shock.

Untuk menghindari postpartum depression pada ayah, perlu dilakukan persiapan jauh-jauh hari sebelum anak lahir. Ayah bisa diberi berbagai macam video atau informasi yang berisikan tentang bagaimana kondisi bayi baru lahir serta diyakinkan, baik oleh dokter atau orang di sekitar jika si bayi pasti bisa bertahan meskipun saat baru lahir ia terlihat sangat ringkih. Sehingga, nantinya si ayah sudah siap mental untuk menyambut anaknya yang baru lahir.

Akibat postpartum depression pada ayah, jika si anak merasakan penolakan itu sesaat saja, belum tentu dia akan merekam dan menyimpan penolakan sang ayah di memorinya. Tetapi, jika postpartum depression ini berkepanjangan, anak juga bisa merasakan penolakan itu sehingga ia merasa kehadirannya tidak diinginkan.

"Karena kan memang pada dasarnya secara alami manusia ini beradaptasi dengan lingkungannya ya. Akibat yang paling parah anak juga bisa ikut menolak ayahnya sehingga akibatnya dia jadi tidak akrab dengan ayahnya," kata Anne. (rdn/ajg)
Pentingnya Kedekatan Ayah-Anak
Pentingnya Kedekatan Ayah-Anak
4 Konten
Banyak kondisi yang bisa terjadi saat menyambut kelahiran sang buah hati. Maka dari itu, peran Ayah tidak kalah penting untuk tumbuh kembang sang anak.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT