Rabu, 15 Jul 2015 10:00 WIB

Fit Saat Idul Fitri

Jangan Sampai Mabuk Kendaraan Saat Mudik Bikin 'Tepar' Ketika Lebaran

Kirana Aisyah - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Mabuk kendaraan memang bikin lemas. Apalagi jika perjalanan yang ditempuh cukup lama. Jika dialami saat mudik yang sudah mepet Lebaran, tentu bisa membuat seseorang 'tepar' pada saat Idul Fitri.

Lalu bagaimana caranya agar tidak mudah mabuk kendaraan? Sebaiknya saat akan melakukan perjalanan minum obat anti-mual. Selain itu jauhi aktivitas yang bisa memicu munculnya mabuk kendaraan.

"Mabuk perjalanan baik darat, laut, udara hanya terjadi pada orang yang secara faktor biologis mempunyai sensitivitas tinggi pada goncangan, jadi sedikit-sedikit mual dan muntah. Ini dinamakan motion sickness," ujar praktisi kesehatan dari RS Cipto Mangunkusumo dr Ari Fahrial Syam SPPD, KGEH, MMB, FINASIM dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (15/7/2015).

Saat berada di kendaraan, aktivitas membaca buku atau bermain game di HP saat mobil bergerak  membuat sebagian orang tidak bisa berkonsentrasi. Kerap kali aktivitas ini justru memicu rasa tidak nyaman yang kemudian berujung pada mabuk kendaraan. Meskipun ada juga orang yang bisa membaca buku atau main game di mobil.

Baca juga: Ini Caranya Mencegah Anak Mabuk Kendaraan Saat Pulang Kampung

dr Meta Hanindita dari RSUD Dr Soetomo Surabaya beberapa waktu lalu mengatakan motion sickness terjadi karena adanya ketidaksinkronan antara apa yang dilihat dengan apa yang dirasakan oleh sistem vestibular. Dicontohkan dr Meta, misalkan saja ketika seseorang bepergian menggunakan kapal, pergerakan kapal akan dirasakan sistem vestibular. Tetapi, mata justru tidak melihat pemandangan yang bergerak melainkan hal lain yang tidak bergerak, seperti dinding kapal.

"Nah, sistem vestibular itu yang mengatur keseimbangan. Karena informasi yang diterima otak tidak sinkron, kondisi inilah yang bisa membuat keseimbangan terganggu sehingga saat melakukan kegiatan di kendaraan, kita bisa merasa pusing atau mual," kata dr Meta.

Jika sering merasakan pusing saat melakukan aktivitas di mobil, sebaiknya hindari membaca, mengetik, atau menatap gadget saat berkendara. Lebih baik alihkan aktivitas dengan mendengarkan musik atau memandang kondisi sekitar selama di perjalanan supaya area pandang mata lebih luas.

Sementara pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT posisi duduk bisa memengaruhi mabuk kendaraan ada benarnya, meskipun tidak 100 persen benar. Sebagian orang berpendapat bahwa posisi duduk paling belakang di mobil akan memberi pengaruh yang lebih besar. Oleh sebab itu, banyak orang lebih memilih untuk duduk di posisi tengah dibandingkan di posisi belakang.

Baca juga: Ini Dia Penyebab Mabuk Perjalanan Saat Mudik

Dokter akrab disapa dengan panggilan dr Ade ini mengatakan pada dasarnya posisi tempat duduk di belakang mobil memang memiliki pergerakan yang cukup besar karena posisinya yang berada di atas ban. Namun, bukan berarti semua tempat duduk di belakang akan memberi pengaruh yang sama.

"Menurut saya tidak sepenuhnya benar, sebab sangat dipengaruhi oleh kendaraan itu sendiri. Kalau memang mobilnya dalam kondisi baik dan nyaman, posisi duduk sebenarnya tidak terlalu memberi masalah. Sebaliknya, jika dirasakan kendaraan tersebut dari awal memang sudah tidak nyaman, duduk di depan atau di tengah pun tetap berisiko mabuk selama perjalanan akibat pergerakan berulang tadi," tuturnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, untuk menghindari mabuk selama perjalanan, ada baiknya menghindari bau-bauan tajam yang bisa memicu mual dan pusing. Beberapa bau-bauan yang bisa membuat mual antara lain bau oli, solar, dan bensin. Untuk itu, bisa juga membawa sesuatu yang bisa memberikan wewangian segar misalnya saja kulit jeruk atau wewangian favorit lainnya. (vit/up)