dr Andri Primadhi, SpOT yang merupakan staf Divisi Foot and Ankle Departemen Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ RS Hasan Sadikin mengatakan stiletto bisa menyebabkan perubahan rentang gerak pada panggul. Pada perempuan yang lebih tua akan lebih sulit mengakomodasi perubahan ini dibanding perempuan muda, sehingga rentan menyebabkan nyeri di punggung bawah.
"Untuk itulah tidak dianjurkan pemakaian stiletto," kata dr Andri dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (15/7/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan dr Andri, pemakaian stiletto juga bisa menyebabkan distribusi beban yang tidak rata pada lutut. Akibatnya bisa menyebabkan nyeri di lutut.
High heels yang derajat kemiringannya tinggi akan menyebabkan kontraksi tendon Achilles, peregangan pada plantar fascia, serta inflamasi. Efeknya adalah menimbulkan nyeri pada kaki dan pergelangan kaki.
"Apalagi bila ujungnya sangat meruncing, akan menyebabkan gangguan saraf akibat penekanan dari kedua sisi," sambung dr Andri.
Untuk mereka yang tidak terbiasa menggunakan stiletto juga harus hati-hati terhadap risiko cedera atau keseleo. Karena itu, dr Andri menyarankan agar tidak menggunakan sepatu dengan hak yang terlalu tinggi. Jika memang memilih menggunakan stiletto, maka jangan dipakai terus-menerus. Bukalah di saat yang memungkinkan.
"Pakailah sepatu yang berbahan lunak, dan jangan sampai terasa sempit," saran dr Andri. (vit/ajg)











































