Rabu, 06 Jan 2016 13:00 WIB

Serba-serbi Hamil Tua

'Mendongkrak' Berat Badan Janin Jelang Waktu Melahirkan

Martha HD - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Topik Hangat Serba-serbi Hamil Tua
Jakarta - Pada minggu-minggu terakhir jelang persalinan, jika janin diindikasi punya berat lahir kurang optimal maka perlu upaya tambahan.

Upaya tambahan yang dimaksud untuk mendongkrak berat janin antara lain dengan berkonsultasi ke dokter gizi. Nah, nantinya dokter gizi yang akan memberi saran terkait ukuran kalori yang harus diasup ibu hamil. Apalagi semasa kehamilan, seorang ibu memang harus mengonsumsi gizi lengkap.

Soal saran untuk memperbanyak asupan susu dan es krim, menurut dr Alfiben dari RS Permata Depok, hal itu bisa saja dilakukan. Namun dia berpesan agar tidak berlebihan.

dr Nurhadi Rahman, SpOG yang akrab disapa dr Adi dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta juga menyebut makan es krim dan minum susu bisa 'diandalkan' untuk menambah bobot janin. Bobot janin sendiri bisa dipantau menggunakan USG. Selain itu, jika berat badan janin dirasa masih kurang maka ibu dianjurkan menambah nutrisi dari protein dan karbihidrat.

Jika ibu hamil menimbang bobot namun tidak mengalami pertambahan signifikan apakah artinya janin juga tidak bertambah beratnya? "Nggak juga. Kan cara mengukur berat badan ibu dan anak berbeda. kalau ibu seluruhnya, nah kalau anak dengan menggunakan USG untuk mengetahui berat badannya," kata dr Alfiben.

Baca juga: Ibu Hamil, Perhatikan Hal Ini Jika Hendak Melakukan Perjalanan Jauh 

dr Adi memaparkan banyak faktor yang menyebabkan janin tidak bertambah berat badannya secara signifikan kendati ibunya sudah makan cukup nutrisi, misalnya ari-ari atau plasenta atau saluran ari-ari mengalami gangguan. Itu makanya ibu hamil perlunya rajin kontrol ke dokter untuk mengetahui kondisi janinnya.

Dijelaskan dr Adi, kenaikan berat badan ibu hamil yang wajar adalah 8-12 kg. Selain itu biasanya saat kehamilan 5 bulan beratnya hanya naik 3 kg saja.

"Menambah porsi makan untuk 2 orang saat hamil sebenarnya tidak perlu, cukup menambah 20 persen dari makanan namun diperbanyak proteinnya," kata dr Adi.

Baca juga: Sering Dengar Janin Muda Lagi di Usia Kehamilan 8 Bulan? Itu Mitos!  (vit/up)
Topik Hangat Serba-serbi Hamil Tua
News Feed