Panduan Singkat Buka Puasa Bagi Pasien Penyakit Kronis

Buka Puasa Sehat

Panduan Singkat Buka Puasa Bagi Pasien Penyakit Kronis

Martha HD - detikHealth
Rabu, 08 Jun 2016 15:41 WIB
Panduan Singkat Buka Puasa Bagi Pasien Penyakit Kronis
Foto: Thinkstock
Jakarta - Memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes atau hipertensi bukan halangan untuk menjalankan ibadah puasa. Kuncinya ada di menu makanan saat sahur dan berbuka.

dr Maulana Suryamin, SpPD-KGH dari RS Persahabatan Rawamangun mengatakan pasien penyakit kronis masih boleh berpuasa. Syarat utamanya adalah pergi ke dokter masing-masing untuk mengetahui kondisi kesehatan serta mengatur jadwal minum obat.

"Masih boleh puasa, tergantung penyakitnya sendiri. Nah itu yang menentukan dokter mereka masing-masing. Jadi prinsipnya boleh berpuasa dengan prinsip tuntunan ahli medis yang kompeten. Jika dokter bilang tidak boleh kita harus ikutin jangan maksain," tutur dr Maulana kepada detikHealth baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu apa saja hal-hal yang harus diperhatikan? Dirangkum detikHealth, berikut panduan singkat buka puasa sehat bagi pasien penyakit kronis berdasarkan jenis penyakitnya.

Baca juga: Saran Dokter Agar Buka Puasa di Luar Rumah Tetap Menyehatkan


1. Diabetes melitus

Syarat puasa: Kondisi gula darah dalam keadaan stabil dan terkontrol. Tidak mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia dalam kurun waktu 3 bulan terakhir. Kontrol ke dokter terkait dosis obat yang dianjurkan.

Menu yang dianjurkan: Teh manis dengan gula khusus, beras merah, havermut, kentang rebus. Jika ingin minum es usahakan yang berbahan dasar sirup atau gula merah khusus untuk diet.

Menu yang tidak dianjurkan: Makanan bersantan seperti opor ayam dan rendang, es buah dengan kadar gula tinggi, teh tawar tanpa gula.


2. Hipertensi

Syarat puasa: Kondisi penyakit dalam stadium ringan (stadium 1-3), tidak dalam keadaan kritis, tekanan darah terkontrol dan mendapat persetujuan dokter untuk puasa.

Menu yang dianjurkan: Makanan tinggi kalium seperti belimbing, seledri, wortel, melon dan pisang. Makanan yang mengandung saponin seperti tempe dan kacang-kacangan.

Menu yang tidak dianjurkan: Makanan olahan, junk food, makanan siap saji, karena mengandung banyak garam dan natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah.


3. Penyakit Jantung

Syarat puasa: Tidak sedang dalam pengobatan rawat jalan, bukan merupakan pasien serangan jantung mendadak ataupun gagal jantung akut.

Menu yang dianjurkan: Makanan dengan karbohidrat kompleks seperti beras merah dan havermut serta buah-buahan dan sayur yang mengandung banyak serat.

Menu yang tidak dianjurkan: Makanan dengan karbohidrat simpel seperti mi instan, daging merah dan makanan cepat saji.


4. Penyakit ginjal kronik

Syarat puasa: Mendapat izin dari dokter dan tidak dalam stadium berat.

Menu yang dianjurkan: Makanan rendah kalori seperti beras merah, makanan rendah kalium dan fosfat, konsumsi air tidak lebih dari 300 cc.

Menu yang tidak dianjurkan: Makanan tinggi kalium seperti produk susu, buah dan sayur. Makanan tinggi fosfat seperti daging merah, kacang-kacangan, cokelat dan gandum.


5. Mag

Syarat puasa: Tidak dalam keadaan kritis atau pengobatan rawat jalan, konsultasi menu makanan dengan dokter.

Menu yang dianjurkan: makanan dengan kalori rendah dan tidak merangsang asam lambung.

Menu yang tidak dianjurkan: makanan bergas seperti kol, durian, sawi, minuman bersoda, susu full cream dan kopi.

(mrs/vit)
Buka Puasa Sehat
10 Konten
Jangan sampai nge-drop saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Kuncinya berbuka dan sahur dengan makanan yang sehat. Khusus untuk berbuka, seperti apa yang sehat?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads