Kamis, 22 Des 2016 10:35 WIB

Hari Ibu 2016

Memahami Stres yang Rentan Dialami Ibu Bekerja

Puti Aini yasmin - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Topik Hangat Hari Ibu 2016
Jakarta - Stres bisa dialami siapa saja dan itu harus dimanage dengan baik agar tidak berubah jadi depresi. Terutama bagi ibu bekerja, harus bisa memanage waktu dengan baik agar tidak bikin stres.

Helvi Susianty (37) mengaku stres jika tidak ada asisten rumah tangga. Karena hal ini membuat pikirannya terpecah antara urusan pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan kantor.

"Jam 4 subuh harus bangun untuk buat sarapan, bekal buat anak. Terus ngantar anak ke sekolah, baru ke kantor," tutur Helvi.

Jika anaknya tidak ada yang mengasuh, Helvi pun terpaksa mengambil cuti atau jika ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan, maka anak-anaknya akan dibawa ke kantor.

Ada kalanya pekerjaan di kantor tidak selancar hari-hari biasanya. Karena pekerjaan yang menumpuk dan target yang harus dipenuhi belum maksimal dicapai, Pebri Indriani (28) pun merasa stres.

Hal ini membuatnya jadi sensitif saat di rumah. Apalagi jika sang suami juga stres karena pekerjaan. "Wah itu makin bikin bete," ucap Pebri.

Lalu bagaimana mengatasinya? Kata Pebri, tingkah anak yang lucu dan menggemaskan bisa jadi obat stres. Selain itu rekan kerja yang bisa menghidupkan suasana juga bisa mengendurkan urat sarafnya.

"Kalau di rumah mungkin lebih merasa stres karena lihatnya tembok mulu, mungkin belum terbiasa jadi ibu rumah tangga ya. Kalau saya untuk ngilangin stres biasanya ketemu anak atau bercanda sama teman-teman kantor," imbuhnya.

Baca juga: Produktif Bekerja dan Pengasuhan Anak Maksimal, Apa yang Diharap Ibu Bekerja?

Tiara Puspita MPsi, Psikolog menuturkan biasanya ibu bekerja, apalagi yang sudah punya anak, rentan stres karena mengeluh kurang waktu. Karena fokusnya terbagi, jadi banyak yang merasa punya waktu sangat terbatas untuk melakukan tugas-tugas di rumah dan di kantor.

"Sepertinya jadi sepanjang hari kerja terus. Pagi sebelum berangkat kerja menyiapkan makanan, lalu pergi bekerja, sampai rumah nanti mash ngurusin anak, ngurusin suami. Jadi kebanyakan yang mereka keluhkan adalah tidak punya waktu untuk diri mereka sendiri," papar Tiara, dalam perbincangan dengan detikHealth.

Menurut penelitian yang dilakukan Tiara, biasanya ibu bekerja yang baru saja melahirkan jadi lebih rentan stres. Kenapa? Karena ibu-ibu ini tengah beradaptasi dengan hadirnya bayi. Setelah beberapa waktu hanya fokus mengurus bayi, kemudian harus masuk kerja plus menyiapkan stok air susu ibu, ibu bekerja juga harus beradaptasi dengan situasi ini.

"Butuh waktu menyesuaikan waktu lagi jadi dampaknya adalah antara pekerjaan kantor keteteran karena di kantor suka mikirin anak, atau tugas rumah yang keteteran," imbuhnya.

Belum lagi kalau anak sakit sementara pekerjaan di kantor menumpuk. Kata Tiara, masih sering ditemui fenomena pembagian peran di rumah yang belum seimbang. Sehingga semua pekerjaan di rumah dilakukan ibu, padahal ibu juga harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.

"Karena pembagian peran sama suami lebih banyak ke istri daripada ke suami, jadi ada perasaan 'kok suami saya nggak bisa membantu atau nggak mau ngurusin anak atau rumah tangga'. Nah, ini yang menjadikan ibu merasa beban mereka lebih banyak dan rentan stres," terangnya.



Baca juga: Bagi Nadya Mulya, Setiap Hari Adalah Hari Ibu

(vit/up)
Topik Hangat Hari Ibu 2016