Risiko kesehatan yang disebabkan oleh kelebihan berat badan bukanlah berita baru, tetapi para ilmuwan mengungkapkan kepedulian terhadap orang-orang di usia muda yang sudah memiliki berat badan berlebih.
Para peneliti pada pertemuan tahunan American Heart Association di Florida, mengungkapkan bahwa kelebihan berat badan pada anak-anak dapat menyebabkan perubahan yang berpotensi membahayakan jantung anak-anak pada usia 8 tahun, seperti dikuti dari Time, Rabu (11/11/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sebutan Gendut atau Kurus Bisa Berdampak Negatif pada Psikis Anak Perempuan
Anak dengan obesitas memiliki otot jantung 12 persen lebih tebal dibandingkan dengan anak-anak dengan berat badan normal. Otot jantung yang lebih tebal menunjukkan bahwa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Lebih lanjut, anak dengan obesitas menunjukkan ventrikel kiri, yaitu ruang pada jantung yang bertanggung jawab untuk memompa darah ke tubuh, lebih tebal 27 persen. Mereka juga memiliki tanda-tanda kurangnya kontraktilitas yang merupakan tanda awal kemungkinan fungsi jantung menurun.
Studi sebelumnya juga telah mengubungkan menebalnya otot jantung pada orang dewasa dapat menyebabkan kematian dini.
"Ini sangat mengejutkan melihat bukti penyakit jantung pada anak usia 8 tahun. Penelitian ini juga membuktikan bahwa anak-anak yang berumur lebih muda dari 8 tahun juga bisa memiliki tanda-tanda penyakit jantung," ujar Jing.
Studi ini hanya menemukan hubungan antara obesitas dengan perubahan struktur jantung, tapi Jing berharap untuk melanjutkan penelitian guna memahami faktor-faktor apa yang berhubungan dengan obesitas dan mungkin nantinya dapat berkontribusi untuk perubahan.
Lebih lanjut Jing dan rekan-rekannya berencana untuk meneliti 200 anak-anak untuk melihat lebih dalam apakah faktor-faktor seperti tekanan darah dan diabetes dapat memengaruhi perubahan hati atau tidak.
Baca juga: Konsumsi Salmon dapat Cegah Rhinitis Karena Alergi Pada Anak
(rdn/rdn)











































