Sepele, Tapi Kebiasaan Ini Tingkatkan Risiko DBD

ADVERTISEMENT

Sepele, Tapi Kebiasaan Ini Tingkatkan Risiko DBD

Diza Liane Syahputri - detikHealth
Selasa, 03 Feb 2015 18:48 WIB
ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Demam berdarah dengue (DBD) menjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Indonesia pada awal 2015 ini. Kasus DBD masih ditemukan setiap tahun. Tanpa disadari, kebiasaan sepele bisa meningkatkan risiko DBD.

"Perilaku masyarakat yang tidak menggunakan pelindung diri. Seperti teori Hendrick, faktor risiko dari DBD yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan herediter. Dari lingkungan karena geografis di Indonesia masih iklim tropis dan curah hujan tinggi," ujar Minsarnawati Tahangnacca, S.KM, M.Kes, pengajar epidemiologi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (3/2/2015).

Baca juga: Pernah DBD Belum Tentu Bikin Kebal, Kali Kedua Justru Lebih Berbahaya

Sementara perilaku yg saling terkait dengan lingkungan misalnya kebiasaan membuang sampah yang bisa menampung air hujan semacam plastik, kaleng, dan botol. "Juga model atap rumah yang atapnya bisa menampung air hujan. Lalu tidur di waktu-waktu saat vektor menggigit sekitar jam 8-10 pagi, sekitar jam 4-6 sore. Kesadaran dan pengetahuan individu masih kurang," imbuh Minsarnawati.

Minsarnawati mengingatkan perlunya menggunakan pelindung pada saat tidur untuk mencegah gigitan nyamuk, misalnya saja dengan memasang kelambu. Perlu juga memeriksa lingkungan sekitar rumah dan sekolah untuk memastikan tidak ada sarang nyamuk penyebab DBD.

"Kebiasaan menanam bunga di dalam rumah, potnya mengandung air, jadi nyamuk bisa berkembang biak. Air pot harus selalu diganti. Dispenser yang bawahnya banyak air, dan kulkas yang memiliki genangan air (juga bisa jadi tempat bersarang)," papar Minsarnawati.

Baca juga: Demam Dengue Mewabah, Taiwan Adakan Sayembara Tangkap Nyamuk

Dia juga mengingatkan untuk tidak malas menguras bak mandi. Setidaknya seminggu sekali, bak mandi perlu dikuras. Jangan lupa juga menutup bak-bak penampungan air.

(vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT