Rabu, 27 Jan 2016 16:30 WIB

Meski Banyak Herba Berkhasiat, Tapi Tak Boleh Dikonsumsi Asal-asalan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: M Reza Sulaiman
Jakarta - Manfaat aneka herba mungkin sering Anda dengar. Meski memang terbukti khasiatnya tapi tidak boleh dikonsumsi asal-asalan.

Dr Raymond R Tjandrawinata, PhD, FRSC, Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) salah satu herba yang banyak digunakan antara lain mahkota dewa. Tanaman asli Indonesia ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga anti inflamasi.

Namun jangan sampai konsumsinya asal-asalan. "Tinggal diriset, berapa dosisnya, seberapa besar manfaatnya, senyawa yang bermanfaat apa. Jadi meskipun herbal bermanfaat, tapi tetap tidak boleh diberikan asal-asalan," kata Raymond, dalam temu media di DLBS, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (27/1/2016).

Raymond menambahkan selain mahkota dewa, masih banyak tanaman lain yang ditengarai bermanfaat untuk kesehatan. Sayangnya, produk obat yang dihasilkan masih sedikit.


Riset herba (Foto: M Reza)

Baca juga: Tak Perhatikan Dosis, Wanita Ini Malah Keracunan Herba

"Kebanyakan belum diapa-apakan. Sampai saat ini baru ada 7 obat fitofarmaka dan 43 obat herba terstandar. Sementara untuk jamu sendiri yang terdaftar saja sudah 9.000 lebih," tuturnya.

Untuk itu, riset soal obat herbal harus ditingkatkan. Bukan hanya oleh pemerintah melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan universitas, namun juga oleh kalangan industri, dalam hal ini industri farmasi.

Raymond mencontohkan Korea sebagai negara yang sukses melakukan riset dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Saat ini segala hal yang berbau Korea, mulai dari elektronik, kebudayaan, hingga obat-obatan dan alat kesehatan sudah digunakan masyarakat luas, dan merupakan hasil dari riset bidang industri.

Nah, produk hasil riset inilah yang nantinya dipasarkan ke seluruh dunia. Harapannya, Indonesia bisa menjadi pemimpin di sektor obat herba, minimal di kawasan Asia Tenggara.

"Jangan sampai orang dari luar negeri mencari bahan baku obat herba di Indonesia, lalu dipatenkan jadi punya mereka," sebut Raymond.

Baca juga: Jangan Salah, Tanaman Obat Mahkota Dewa Juga Sebetulnya Beracun Lho!

(mrs/vit)