Selasa, 23 Feb 2016 16:10 WIB

Dapat Rapor Merah untuk Penyakit Pes, Dinkes Jateng Keluhkan Penilaian WHO

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dalam sebuah peta yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), tercatat ada dua daerah di Pulau Jawa yang masih endemis penyakit pes. Namun menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dr Yulianto Prabowo, MKes, kenyataannya tak demikian.

Pes sendiri adalah penyakit menular dari hewan (zoonosis) yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Bila tertular gejala yang ditimbulkan biasanya adalah demam tinggi, mengigil, dan bila semakin parah dapat menghilangkan nyawa. Pada abad pertengahan di Eropa penyakit pes membunuh hingga jutaan jiwa dan dikenal dengan nama 'Black Pleague'.

dr Yulianto mengatakan di Indonesia kini dua daerah yang jadi masalah, yakni Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Pasuruan. Di kedua daerah tersebut nyatanya sudah 42 tahun tak ditemukan kasus baru pada manusia. Sampel pada tikus memang masih ada tapi itu terbatas hanya di tikus hutan saja.

"Memang masih ditemukan pes di ginjal sampel tapi itu pun tikus hutan bukan tikus rumah. Di daerah lereng Merapi kan kalau ada kejadian gunung meletus atau kebakaran hutan tikus-tikus itu lari ke kampung," kata dr Yulianto kepada detikHealth saat ditemui di acara peresmian gedung Biorepository Vektor dan Reservoir Penyakit, Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2016).

Baca juga: Diduga Sentuh Hewan Mati, Pemain Baseball Ini Meninggal karena Penyakit Pes 

"Jadi itu aja sebetulnya tapi sekarang di manusia sudah enggak ada. Itu peta puluhan tahun yang lalu dan sudah harus kita hapus," lanjutnya.

Meski demikian dr Yulianto mengakui karena ada bakterinya maka pes masih tetap bisa mengancam bila masyarakat lengah. Pemerintah setiap saat selalu melakukan upaya pencegahan dengan memberikan edukasi pada masyarakat untuk menjauhi tikus-tikus.

"Hati-hati kalau ada tikus hutan masuk rumah kita harus waspadai," tutup dr Yulianto.

Baca juga: Benarkah Tikus Juga Bisa Picu Diabetes pada Manusia?  (fds/up)