Jumat, 10 Jun 2016 09:30 WIB

Studi Kaitkan Asam Lemak Jenuh dengan Kanker Payudara pada Perempuan Menopause

Martha HD - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Kanker payudara yang dialami seseorang dengan lainnya bisa berbeda-beda. Peneliti pun menggelar studi yang mengaitkan asam lemak jenuh dengan kanker payudara pada perempuan menopause.

Sebenarnya peran lemak dalam perkembangan dan pertumbuhan kanker payudara telah dipelajari secara luas menggunakan indeks masa tubuh (BMI) dan asupan lemak. Sungheon G. Kim, Ph.D., dari NYU Langone Medical Center mengatakan perempuan menopause yang BMI-nya meningkat memiliki peningkatan risiko pengembangan kanker payudara. Namun belum diketahui secara pasti mengapa bisa demikian. Demikian laporan peneliti di jurnal Radiologi.

Nah, studi baru digelar untuk memahami bagaimana jaringan lemak berkorelasi dengan kanker, peneliti menggunakan metode baru. Metode yang digunakan adalah pencitraan menggunakan gradient-echo spectroscopic yang bisa memperkirakan pecahan dari berbagai jenis lemak dalam jaringan adiposa di payudara sebagai bagian dari pemeriksaan MRI klinis.

Dalam penelitian ini, 89 pasien yang terdiri dari 58 orang premenopause dan 31 orang yang sudah menopause dilibatkan. Mereka diukur tinggi, berat badan dan BMI-nya. Dari review rekam medis pasien, diketahui 49 memiliki tumor jinak di payudaranya, 12 orang memiliki karsinoma duktal in situ (DCIS) dan 28 orang memiliki karsinoma duktal invasif.

Baca juga: Diet Seperti Ini Disebut-sebut Pakar Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

Hasilnya perempuan menopause yang memiliki karsinoma duktal invasif memiliki asam lemak jenuh yang lebih besar dan asam lemak tak jenuh tunggal yang lebih rendah dibandingkan perempuan menopause yang memiliki tumor jinak. Karsinoma duktal invasif merupakan bentuk paling umum kanker payudara.

Studi itu memberikan informasi bahwa jenis lemak di jaringan lemak payudaralah yang lebih menentukan keberadaan kanker ketimbang jumlah lemak tubuh secara keseluruhan.

Dr Kim menambahkan, penelitian saat ini masih berlangsung. Menurutnya, peneliti perlu menyelidiki hubungan langsung tingginya lemak jenuh dengan tingkat estrogen dan perkembangan kanker. "Hasilnya mungkin bisa menunjukkan faktor risiko baru untuk kanker payudara," ujarnya.

Untuk mengurangi risiko kanker payudara, cobalah untuk melakukan diet meditarania. Diet ini memiliki komponen yang terdiri dari sayuran, buah segar, sereal dari gandum utuh, minyak zaitun, kacang, daging unggas dan ikan. Sebaliknya, hindari terlalu banyak mengonsumsi asupan seperti daging merah, daging olahan serta minuman beralkohol.

Baca juga: Penggunaan Obat Hormonal Selama 15 Tahun Disebut Kurangi Risiko Kanker Payudara

(vit/vit)