Sabtu, 30 Sep 2017 19:01 WIB

Mira Lesmana Jadi Peduli Alzheimer setelah Mertuanya Demensia

Erika Kurnia - detikHealth
Memiliki mertua dengan demensia alzheimer, Mira Lesmana jadi peduli dengan penyakit kepikunan. Foto: Gus Mun/detikHOT Memiliki mertua dengan demensia alzheimer, Mira Lesmana jadi peduli dengan penyakit kepikunan. Foto: Gus Mun/detikHOT
Jakarta - Memiliki kerabat atau keluarga yang alami demensia alzheimer bukanlah perkara mudah. Penyakit yang dapat disederhanakan sebagai penyakit pikun ini terjadi dalam keluarga sutradara Mira Lesmana.

Ditemui dalam konferensi pers pekan alzheimer oleh Alzheimer's Indonesia di Unika Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (30/9/2017), Mira Lesmana mengakui dua mertuanya mengalami demensia alzheimer.

"Mertua saya dua-duanya kena alzheimer. Awalnya sangat membingungkan. Misalnya, mertua saya itu suka marah-marah dengan satu anak yang alasannya enggak ada. Mereka suka ngomong yang enggak-enggak sehingga memicu keributan," tutur Mira.

Setelah banyak masalah terjadi akibat perubahan perilaku mertuanya, akhirnya apa yang terjadi perlahan diketahui lebih lanjut oleh keluarga, termasuk Mira Lesmana. Hal ini pun membuka kesadaran Mira tentang penyakit pikun yang sering diabaikan.

Baca juga: Tak Sekadar Pikun, Demensia dan Alzheimer Tergolong Penyakit Berat

"Akhirnya ke dokter dan dideteksi kalau ada demensia alzheimer. Kemudian satu keluarga dijelaskan supaya bisa saling membantu untuk menangani. Untungnya orang zaman dulu anaknya banyak, jadi bisa bersama-sama mengatasi problem ini," jelas insan film yang kini terlibat dalam penjurian Festival Film Pendek Alzheimer 2017.

Kesadaran akan penyakit demensia alzheimer ini membuat Mira merasa perlu untuk mempersiapkan diri dan mendeteksi gejala demensia alzheimer dini.

"Tantangan untuk keluarga zaman sekarang dalam masalah ini lebih besar, menurut saya. Anak dalam keluarga semakin sedikit, kesibukan jadi semakin sendiri-sendiri. Kita jadi harus berpikir lebih, gimana supaya kalau terkena demensia bisa mempersiapkan diri dan bisa mempercepat mendeteksi," pungkasnya.

Demensia alzheimer adalah gangguan di otak yang mengganggu fungsi kognitif yang berdampak pada ingatan, seperti kepikunan, hingga perilaku. Faktor dari kondisi ini selain penuaan adalah penyakit vaskular dan genetik.

Baca juga: Peneliti Sebut Stres Juga Bisa Picu Alzheimer dan Demensia (up/up)
News Feed