Kasus-kasus Medis Paling Mencengangkan di 2017

Kilas Balik Kesehatan

Kasus-kasus Medis Paling Mencengangkan di 2017

Hanna Pratiwi - detikHealth
Rabu, 20 Des 2017 19:40 WIB
Kasus-kasus Medis Paling Mencengangkan di 2017
Foto: BMJ Case Reports
Jakarta - Kondisi tubuh yang sakit bila ditangani dokter lumrahnya akan sembuh. Tapi berbeda jika penyakit yang dialami belum pernah ditemukan sebelumnya. Bukan hanya mengejutkan, sampai-sampai tenaga medis yang menangani pun panik dibuatnya. Dokter pastinya kewalahan untuk menangani, sehingga perlu membuat cara penanganan baru untuk penderita.

Tak hanya menjadi pembelajaran bagi tenaga medis, masyarakat pun jadi tahu serba-serbi penyakit agar tidak ada lagi penambahan penyakit yang aneh. Diharapkan tidak ada lagi kasus medis yang aneh ke depannya. Namun, jika sudah terjadi kondisi medis yang aneh. Manusia hanya bisa mencegah agar tidak terasa terlalu sakit.

Sepanjang 2017 ini, terdapat kisah medis teraneh sepanjang 2017. Mulai dari potongan besi yang ada di perut karena mengidap psikosis hingga dinding hidung yang bolong karena kemasukan magnet. Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut ini kisah medis teraneh sepanjang 2017.

1. Seratus objek logam di perut pasien

Foto: BMJ Case Reports
Kisah ini terjadi di Perancis, seorang pria berumur 52 tahun menelan banyak metal. Metal yang ia telan di antaranya baut, sekrup, koin, pisau, paku, hingga gagang sendok. Pria ini sering bolak-balik ke rumah sakit selama lima kali dalam lima tahun, ia mengeluh sakit perut, muntah darah, dan mual. Sehingga saat berkunjung ke rumah sakit ia langsung melakukan operasi untuk mengangkat potongan metal.

Jika dijumlahkan potongan metal tersebut berjumlah 100 buah. Dokter pun menyatakan kalau ia mengidap psikosis (gangguan mental). Sehingga ia punya kecenderungan untuk tidak sengaja menelan benda-benda metal.

Namun biasanya bila ada kasus menelan metal, dokter tidak sampai melakukan operasi, cukup lewat endoskopi saja mengambil benda tersebut dan mengeluarkannya lewat mulut. Oleh karena itu kasus sang pria kali ini dianggap luar biasa karena begitu banyak benda yang ia telan.

Baca juga: Dokter Angkat 100 Potong Besi dari Perut Pria Pengidap Psikosis

Benda-benda Tak Lazim yang Pernah Masuk Tubuh Secara 'Misterius'

Pria Asal Situbondo Telan Benda Tajam Akibat Gangguan Jiwa? Ini Komentar Psikiater

2. Wanita berkeringat darah

Foto: Live Science/CMAJ
Bagaimana rasanya bila orang di samping Anda tiba-tiba berdarah bagaikan keringat mengucur. Padahal, tidak ada bekas luka. Ditambah keringat darah ini terjadi di bagian wajah. Tentunya akan membuat takut orang sekitar. Inilah kejadian yang menimpa wanita berumur 21 tahun di Italia.

Kondisi ini disebut dengan hematidrosis (sweat blood) yang pada beberapa kondisi tertentu bisa disebabkan oleh penyakit lain atau mengalami tekanan darah tinggi.

Hematolog Jacalyn Duffin dari Queen's University mengatakan apa yang dialami oleh sang wanita bernama hematidrosis. Beberapa kasus pernah dilaporkan namun dokter-dokter masih skeptis sampai kasus yang menimpa wanita ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa memang cairan merah yang keluar dari wajahnya adalah darah, bukan keringat. Pemeriksaan jaringan kulit juga menunjukkan bahwa semuanya normal-normal saja.

Baca juga: Kondisi Langka Membuat Wanita Ini Mengeluarkan Keringat Darah

Orang-orang Berkondisi Langka yang Bisa Mengeluarkan Keringat Darah

Hematidrosis si Penyakit Keringat Darah

3. Nyaris buta karena tato di mata

Foto: Facebook/Catt Gallinger
Tato menurut sebagian orang merupakan seni keindahan yang harus melekat di tubuh. Namun nasib naas menimpa wanita bernama Catt Galliner (24) asal Kanada yang hanya ingin menambah koleksi tato pada tubuhnya malah berakibat hampir buta.

Ia pun memutuskan untuk membuat tato di mata. Namun, ternyata tato tersebut gagal dipasangkan pada dirinya. Tinta tato justru keluar dari matanya yang kemudian diikuti dengan pembengkakan selama satu minggu dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Galliner mengimbau kepada semua orang untuk berhati-hati dalam memodifikasi bagian tubuhnya. Ia juga bertekad untuk menciptakan kesadaran agar orang lain dapat teredukasi sehingga tidak membuat kesalahan yang sama seperti hal dirinya.

Dokter spesialis mata dari New York, dr David Flug pun mengingatkan agar tidak membuat tato di sembarang tempat. Sebenarnya bisa-bisa saja membuat tato di mata, tapi belum ada pengujian keamanannya dalam jangka panjang.

Baca juga: Seram! Gara-gara Tato Mata, Gadis Ini Hampir Kehilangan Penglihatannya

Sejarah Tato Mata, Sudah Dipraktikkan Sejak Dulu untuk Pasien

Seram atau Menarik? Ini Potret Orang-orang yang Menato Matanya

4. Batu ginjal raksasa

Foto: ist
Di California, seorang pria berusia 64 tahun mengalami kasus aneh. Pria ini sebelumnya menemui dokter karena mengeluh merasa sakit perut selama tiga hari berturut-turut.

Dokter pun memeriksa dan bingung karena menemukan batu ginjal raksasa seberat 770 gram. Dokter yang menangani kasus ini mendeskripsikannya seperti telur burung unta. Sang pria pun mengaku memiliki riwayat pernah dioperasi kandung kemih karena kanker dan dibuatkan yang baru dari bagian usus. Menurut dokter kandung kemih barunya yang disebut neobladder ini lebih berisiko untuk menimbulkan batu ginjal.

Namun pada kasus pasien pria dengan batu ginjal raksasa, dirinya berhasil pulih setelah dokter menggunakan laser untuk memecah-mecah batu dan mengeluarkannya perlahan.

Baca juga: Habis Operasi, Batu Ginjal Seberat 770 Gram Terbentuk di Tubuh Pria Ini

Jika Tak Ditangani, Batu Ginjal Bisa Picu Kerusakan pada Ginjal

Gunakan Ponsel, Dokter Ini Temukan Batu Ginjal di Tubuhnya


5. Hidung rusak karena magnet mainan

Foto: Live Science/The New England Journal of Medicine
Magnet terkenal dengan sifat tarik-tolaknya. Inilah hal yang memicu seorang anak berumur 11 tahun di Cyprus, Turki melakukan permainan magnet di dalam hidung. Ia berusa melepaskan magnet tersebut, namun tidak bisa-bisa. Selang waktu enam jam, hidungnya mulai mengeluarkan darah.

Ia akhirnya dibawa ke rumah sakit dan hasil rontgen melihat magnet menjepit bagian dinding hidung yang memisahkan lubang hidung kiri dengan kanan. Awalnya dokter mencoba memisahkan kedua magnet tersebut dari luar namun gagal. Pada akhirnya dokter berhasil mengangkat magnet tersebut dengan menggunakan bantuan magnet lain. Lapisan dinding hidungnya mengalami kerusakan cukup parah yang membuat tulang rawan di dalamnya terekspos. Bila dibiarkan lebih lama bisa terjadi kematian jaringan membuat dinding hidung jadi bolong.

Dokter pun memberi lapisan khusus kepada anak itu untuk melindungi dinding hidungnya dan setelah enam bulan kemudian ia dilaporkan bisa pulih kembali.

Baca juga: Dinding Hidung Bocah Ini Nyaris Bolong Karena Kemasukan Magnet

Usus Perut Bolong-bolong Karena Telan Mainan Magnet

Mainan Magnet di Kulkas Bisa Bahaya bagi si Jantung Lemah


Halaman 2 dari 6
Kisah ini terjadi di Perancis, seorang pria berumur 52 tahun menelan banyak metal. Metal yang ia telan di antaranya baut, sekrup, koin, pisau, paku, hingga gagang sendok. Pria ini sering bolak-balik ke rumah sakit selama lima kali dalam lima tahun, ia mengeluh sakit perut, muntah darah, dan mual. Sehingga saat berkunjung ke rumah sakit ia langsung melakukan operasi untuk mengangkat potongan metal.

Jika dijumlahkan potongan metal tersebut berjumlah 100 buah. Dokter pun menyatakan kalau ia mengidap psikosis (gangguan mental). Sehingga ia punya kecenderungan untuk tidak sengaja menelan benda-benda metal.

Namun biasanya bila ada kasus menelan metal, dokter tidak sampai melakukan operasi, cukup lewat endoskopi saja mengambil benda tersebut dan mengeluarkannya lewat mulut. Oleh karena itu kasus sang pria kali ini dianggap luar biasa karena begitu banyak benda yang ia telan.

Baca juga: Dokter Angkat 100 Potong Besi dari Perut Pria Pengidap Psikosis

Benda-benda Tak Lazim yang Pernah Masuk Tubuh Secara 'Misterius'

Pria Asal Situbondo Telan Benda Tajam Akibat Gangguan Jiwa? Ini Komentar Psikiater

Bagaimana rasanya bila orang di samping Anda tiba-tiba berdarah bagaikan keringat mengucur. Padahal, tidak ada bekas luka. Ditambah keringat darah ini terjadi di bagian wajah. Tentunya akan membuat takut orang sekitar. Inilah kejadian yang menimpa wanita berumur 21 tahun di Italia.

Kondisi ini disebut dengan hematidrosis (sweat blood) yang pada beberapa kondisi tertentu bisa disebabkan oleh penyakit lain atau mengalami tekanan darah tinggi.

Hematolog Jacalyn Duffin dari Queen's University mengatakan apa yang dialami oleh sang wanita bernama hematidrosis. Beberapa kasus pernah dilaporkan namun dokter-dokter masih skeptis sampai kasus yang menimpa wanita ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa memang cairan merah yang keluar dari wajahnya adalah darah, bukan keringat. Pemeriksaan jaringan kulit juga menunjukkan bahwa semuanya normal-normal saja.

Baca juga: Kondisi Langka Membuat Wanita Ini Mengeluarkan Keringat Darah

Orang-orang Berkondisi Langka yang Bisa Mengeluarkan Keringat Darah

Hematidrosis si Penyakit Keringat Darah

Tato menurut sebagian orang merupakan seni keindahan yang harus melekat di tubuh. Namun nasib naas menimpa wanita bernama Catt Galliner (24) asal Kanada yang hanya ingin menambah koleksi tato pada tubuhnya malah berakibat hampir buta.

Ia pun memutuskan untuk membuat tato di mata. Namun, ternyata tato tersebut gagal dipasangkan pada dirinya. Tinta tato justru keluar dari matanya yang kemudian diikuti dengan pembengkakan selama satu minggu dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Galliner mengimbau kepada semua orang untuk berhati-hati dalam memodifikasi bagian tubuhnya. Ia juga bertekad untuk menciptakan kesadaran agar orang lain dapat teredukasi sehingga tidak membuat kesalahan yang sama seperti hal dirinya.

Dokter spesialis mata dari New York, dr David Flug pun mengingatkan agar tidak membuat tato di sembarang tempat. Sebenarnya bisa-bisa saja membuat tato di mata, tapi belum ada pengujian keamanannya dalam jangka panjang.

Baca juga: Seram! Gara-gara Tato Mata, Gadis Ini Hampir Kehilangan Penglihatannya

Sejarah Tato Mata, Sudah Dipraktikkan Sejak Dulu untuk Pasien

Seram atau Menarik? Ini Potret Orang-orang yang Menato Matanya

Di California, seorang pria berusia 64 tahun mengalami kasus aneh. Pria ini sebelumnya menemui dokter karena mengeluh merasa sakit perut selama tiga hari berturut-turut.

Dokter pun memeriksa dan bingung karena menemukan batu ginjal raksasa seberat 770 gram. Dokter yang menangani kasus ini mendeskripsikannya seperti telur burung unta. Sang pria pun mengaku memiliki riwayat pernah dioperasi kandung kemih karena kanker dan dibuatkan yang baru dari bagian usus. Menurut dokter kandung kemih barunya yang disebut neobladder ini lebih berisiko untuk menimbulkan batu ginjal.

Namun pada kasus pasien pria dengan batu ginjal raksasa, dirinya berhasil pulih setelah dokter menggunakan laser untuk memecah-mecah batu dan mengeluarkannya perlahan.

Baca juga: Habis Operasi, Batu Ginjal Seberat 770 Gram Terbentuk di Tubuh Pria Ini

Jika Tak Ditangani, Batu Ginjal Bisa Picu Kerusakan pada Ginjal

Gunakan Ponsel, Dokter Ini Temukan Batu Ginjal di Tubuhnya


Magnet terkenal dengan sifat tarik-tolaknya. Inilah hal yang memicu seorang anak berumur 11 tahun di Cyprus, Turki melakukan permainan magnet di dalam hidung. Ia berusa melepaskan magnet tersebut, namun tidak bisa-bisa. Selang waktu enam jam, hidungnya mulai mengeluarkan darah.

Ia akhirnya dibawa ke rumah sakit dan hasil rontgen melihat magnet menjepit bagian dinding hidung yang memisahkan lubang hidung kiri dengan kanan. Awalnya dokter mencoba memisahkan kedua magnet tersebut dari luar namun gagal. Pada akhirnya dokter berhasil mengangkat magnet tersebut dengan menggunakan bantuan magnet lain. Lapisan dinding hidungnya mengalami kerusakan cukup parah yang membuat tulang rawan di dalamnya terekspos. Bila dibiarkan lebih lama bisa terjadi kematian jaringan membuat dinding hidung jadi bolong.

Dokter pun memberi lapisan khusus kepada anak itu untuk melindungi dinding hidungnya dan setelah enam bulan kemudian ia dilaporkan bisa pulih kembali.

Baca juga: Dinding Hidung Bocah Ini Nyaris Bolong Karena Kemasukan Magnet

Usus Perut Bolong-bolong Karena Telan Mainan Magnet

Mainan Magnet di Kulkas Bisa Bahaya bagi si Jantung Lemah


(up/up)

Berita Terkait