Rabu, 24 Jan 2018 20:12 WIB

Waspadai Fibrilasi Atrium yang Bisa Bikin Kelumpuhan Mendadak

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Waspada, fibrilasi atrium merupakan gangguan denyut jantung yang paling sering ditemukan. (Foto: thinkstock) Waspada, fibrilasi atrium merupakan gangguan denyut jantung yang paling sering ditemukan. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Meskipun fibrilasi atrium bukanlah yang paling fatal dari jenis aritmia, penyakit ini ternyata adalah kelainan yang paling sering dialami pasien dengan gangguan denyut jantung. Prevalensi yang ada dari total populasi di Indonesia sendiri mencapai sekitar 1 persen atau kira-kira sebanyak 2,6 juta penduduk.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Dr Dicky Armein Hanafy, SpJP (K) FIHA, dalam acara 'Overview dan Outlook tentang Penyakit Aritmia di Indonesia tahun 2018', Rabu (24/1/2018), di Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita.

Aritmia sendiri adalah gangguan irama jantung yang disebabkan oleh pembentukan atau penjalaran impuls listrik. Sedangkan fibrilasi atrium (FA) merupakan kondisi ketika serambi (atrium) jantung berdenyut dengan tidak beraturan dan cepat.

"Kenapa ini berbahaya? Bayangkan atriumnya bukannya memompa tapi hanya bergetar. FA tidak ada keluhan, hanya 20 persen yang mengalami keluhan. 80 Persen tidak sadar, padahal seperti cepat lelah itu juga keluhan, tapi tidak dianggap," kata dr Dicky.

Baca juga: Fibrilasi Atrium Tak Bergejala, Disarankan EKG Jika Jantung Berdebar-debar

Di samping itu, FA juga bisa mengakibatkan masalah yang paling banyak ditakuti di Indonesia, yaitu kelumpuhan. Ini disebabkan karena darah di dalam serambi tidak mengalir dengan baik. Kuping jantung yang tidak baik aliran darahnya akan membuat gumpalan darah yang bisa menyebar dalam tubuh.

"Gumpalan darahnya tidak hanya di situ, gumpalan darah yang lepas itu berenang bisa ke mana-mana, salah satunya ke otak. Kalau menyumbat otak? Terjadilah stroke. Risiko strokenya meningkat hingga 500 persen atau 5 kali lebih tinggi," jelas Ketua Indonesian Heart Rhythm Society Meeting (InaHRS) tersebut.

Apalagi, kelumpuhan akibat stroke karena FA juga jauh lebih berat. Gumpalan darah yang menyumbat di otak bisa hampir mendekati 50 persen otak sehingga bisa menyebabkan kelumpuhan secara tiba-tiba. Parahnya, 40 persen gejala pertama FA justru adalah stroke.

Baca juga: Yuk! Cek Nadi Satu Kali Sehari untuk Kurangi Ancaman Stroke (ask/up)
News Feed