Selasa, 17 Apr 2018 08:05 WIB

Misi Mulia Para 'Plogging Ranger' di Karawang

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Olahraga lari sambil pungut sampah menyehatkan tubuh dan membuat lingkungan bersih. (Foto: dok. pribadi) Olahraga lari sambil pungut sampah menyehatkan tubuh dan membuat lingkungan bersih. (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Ternyata masih belum usai juga merebaknya tren plogging di Indonesia. Olahraga lari sambil memungut sampah ini masih banyak diminati di berbagai kota di Indonesia hingga kini.

Komunitas lari Karawang Runners baru mengadakan plogging run perdananya pada Minggu (1/4/2018) lalu. Bagi mereka, plogging sejalan dengan tradisi gotong royong atau kerja bakti yang sering dilakukan masyarakat Indonesia.

Menurut penuturan Dede, salah satu anggota, kegiatan tersebut dilaksanakan di area event COLOR RUN Karawang, dengan harapan begitu acara usai tidak ada lagi acara 'bersih-bersih' juga sekaligus mengedukasi masyarakat yang hadir tentang pentingnya tidak buang sampah sembarangan.

"Itu momen yang tepat buat kita mengedukasi orang banyak, dimanapun dan situasi apapun jika kita mau buang sampah ya harus ketempat yang seharusnya, intinya itu," ujarnya kepada detikHealth, Senin (16/4/2018).

Mereka juga punya julukan 'plogging ranger' bagi anggotanya yang melakukan plogging. Namun, masih banyak anggapan kegiatan ini hanya akan menjadi tren sesaat.

Menurut Dede, yang paling penting bukan akan jadi tren atau tidak, namun sudah ada yang melakukan dan mencontohkan hal baik yang seharusnya bisa kita jalankan.

"Untuk bisa berkelanjutan tentu harus dibiasakan dari sekarang, setelah terbiasa pasti akan risih sendiri kalo liat sampah atau buang sampah sembarangan," imbuhnya lagi.

Di Indonesia, plogging sudah menunjukkan banyak peminat di beberapa kota lewat inisiasi komunitas lari bersama komunitas lainnya sejak bulan Maret lalu. Beberapa bahkan telah mengagendakan plogging run sebagai kegiatan rutin ke depannya, termasuk juga Karawang Runners.

"Diagendakan bulanan, selain itu kita juga gencar lewat sosial media, mengenai apa itu plogging dan gimana prosesnya. Agar lebih friendly di telinga orang-orang," tandas Dede. (up/up)
News Feed