ADVERTISEMENT

Rabu, 28 Mar 2018 07:15 WIB

Seru! Tak Hanya Pelari, Anak-anak Juga Ramaikan Plogging Run

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Maros Runners adakan kegiatan plogging run untuk kedua kali di hari Minggu lalu. Banyak anak-anak yang bergabung menambah serunya lari sambil pungut sampah. Foto: Maros Runners
Jakarta - Komunitas lari Maros Runners di kab. Maros, Sulawesi Selatan, pada Ahad lalu (25/3/2018) mengadakan plogging run untuk kedua kalinya. Tren olahraga lari sambil memungut sampah yang berasal dari Swedia ini nampaknya menarik banyak minat warga Maros.

Alfi Syahria, ketua Maros Runners mengungkapkan bahwa memang ingin menjadikan plogging run sebagai kegiatan rutin tiap minggu. Karena ia juga melihat meningkatnya peminat terhadap kegiatan tersebut sejak pelaksanaan perdana.

"Alhamdulillah.. terbukti dibanding pekan lalu, pekan ini jauh lebih banyak yang ikut plogging run. Sekitar 50-an orang, kalau pekan lalu kan 30 orang," tutur Alfi kepada detikHealth, Senin (26/3/2018).


Ia juga menyebutkan bahwa tak hanya pelari dan orang dewasa yang berpartisipasi, namun juga anak-anak yang diajak oleh orang tuanya. Tim dari Maros Runners menyediakan balon gas untuk menggugah dan menarik minat anak-anak serta penanda saat lari (agar tidak hilang atau tersesat).

"Mereka malah seolah-olah sedang main karena mereka lari-larian tapi kami tetap memastikan mereka dalam pengawasan jangan sampai kesamber kendaraan atau jatuh. Jadi unsur safety tetap kami perhatikan," sambung Alfi.

Bupati Maros berfoto bersama anak-anak ploggingBupati Maros Hatta Rachman berfoto bersama anak-anak plogging Foto: Maros Runners


Plogging run yang diadakan oleh Maros Runners ini memiliki rute sejauh 5 kilometer. Namun untuk anak-anak rute yang dipersiapkan tidak terlalu jauh dan maksimal hanya 3 kilometer, lalu anak-anak ini akan diangkut dalam mobil untuk beristirahat.

Selain itu, untuk mengantisipasi bergabungnya anak-anak dan pemula dalam plogging run sejauh 5 kilometer ini, disiapkan juga water station mobile. Yaitu mobil yang mengikuti para peserta plogging run dengan membawa air minum bagi para peserta.

"Kalau ada yang haus bisa singgah minum, kalau lelah juga tinggal diangkut pake mobil."

Kegiatan ini awalnya diinisiasi oleh Ketua DRPD Kab. Maros Chaidir Syam bersama komunitas lari Maros Runners. Pada pelaksanaan perdana dua pekan lalu mereka berhasil mengumpulkan sekitar 40-50 kilogram sampah dalam kantung polybag.


Di pelaksanaan kedua ini, berhasil menarik minat Bupati Maros Hatta Rachman hingga ikut serta dalam plogging run dan juga pihak dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Ke depannya, Alfi menyebutkan ingin menggabungkan kegiatan long run rutin Maros Runners dengan plogging run. Long run ini biasa dilakukan tak hanya di area kota Maros, namun bisa sampai ke desa-desa sekitarnya.

"Misalnya pernah dari kota Maros ke wisata alam Bantimurung yang jaraknya 17 k. Kita nanti berharap bukan cuma area kota, tapi tiap long run ke desa-desa di Maros kita minimal ada plogging run," kata Alfi. Untuk jarak tempuh rutenya, Alfi menyebutkan akan tetap sejauh 5 kilometer.

"Memang mengubah mindset orang itu tidak bisa langsung tapi perlahan, makanya plogging run ini akan terus kita galakkan agar semakin banyak masyarakat yang punya kepedulian terhadap lingkungan. Apalagi ini didukung langsung oleh orang nomor 1 di Kab. Maros yaitu Bapak Bupati," tandasnya.


Seru! Tak Hanya Pelari, Anak-anak Juga Ramaikan Plogging RunFoto: Infografis
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT