Jumat, 06 Jul 2018 15:48 WIB

Mengenal GBS, Penyakit Langka yang Diidap Oscar Tabarez

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Pelatih timnas Uruguay pada Piala Dunia 2018, Oscar Tabarez disebut mengidap penyakit saraf langka sindrom Guillain-Barre. Penyakit ini membuatnya harus mengenakan tongkat untuk memudahkannya berjalan.

Sindrom Guillain-Barre (atau biasa disingkat GBS) merupakan penyakit langka di mana sistem imun tubuh kita menyerang saraf. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui, namun kerap GBS didahului dengan penyakit pernapasan atau flu perut.

Rasa lumpuh dan kesemutan di kaki dan tangan (atau wajah pada beberapa orang) biasanya jadi gejala pertama dari penyakit langka ini. Lalu sensasi ini dengan cepat menyebar dan akhirnya membuat seluruh tubuhmu lumpuh. Jika gejalanya terlalu parah, pasien harus segera dapat pertolongan medis dan dirawat di rumah sakit.


Pengidap GBS biasanya mengalami rasa lemas dan lumpuh dalam waktu dua hingga empat minggu setelah gejala-gejalanya dimulai. Berikut adalah tanda dan gejala dari sindrom tersebut:

1. Rasa kesemutan seperti ditusuk-tusuk di jemari tangan dan kaki, pergelangan kaki atau tangan
2. Rasa lemas di kaki yang menyebar ke tubuh bagian atas
3. Tidak seimbang saat berjalan atau tak mampu berjalan atau menaiki tangga
4. Kesulitan menggerakkan mata atau wajah, termasuk berbicara, mengunyah atau menelan
5. Rasa nyeri yang amat sangat, terasa seperti keram dan kadang makin parah saat malam hari
6. Kesulitan mengontrol kandung kemih atau pencernaan
7. Denyut jantung cepat atau berdebar-debar
8. Tekanan darah yang tinggi atau rendah
9. Kesulitan bernapas

Ada beberapa tipe dari GBS, yang paling umum adalah acute inflammatory demyelinating polyradiculoneuropathy (AIDP) yang merusak selubung mielin pada saraf. Menurut Mayo Clinic, belum ada obat untuk sindrom Guillain-Barre, namun beberapa pengobatan dapat menghilangkan gejala dan mengurangi durasi penyakit tersebut.

"Kebanyakan pengidapnya dapat pulih dari sindrom ini, walau mungkin beberapa masih mengalami efek yang tak hilang, seperti lemas, mati rasa atau kelelahan," demikian dilaporkan situs tersebut.

(frp/up)
News Feed