Kamis, 16 Agu 2018 12:01 WIB

ASI Jadi Vaksin Alami? Ini Imbauan Dokter Laktasi Soal Imunisasi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tolak vaksin karena sudah cukup lindungi anak dengan ASI saja? Foto: Imunisasi MR di Maros (Bakrie-detik) Tolak vaksin karena sudah cukup lindungi anak dengan ASI saja? Foto: Imunisasi MR di Maros (Bakrie-detik)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR
Jakarta - Maraknya penolakan vaksin lantaran berbagai keluhan yang dikaitkan dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga memperburuk ketakutan sebagian orang tua yang hendak memvaksin anaknya. Beberapa memercayai cukup hanya dengan memberikan air susu ibu atau ASI sudah mampu menghindarkan anak dari penyakit.

Kepada detikHealth, Ketua Sentra Laktasi Indonesia, dr Wiyarni Pambudi, SpA-IBCLC memberi imbauan pada para ibu untuk tetap mengupayakan vaksin kepada anak, tak hanya dengan ASI saja.

"Tugas ibu mengupayakan daya tahan tubuh optimal tidak hanya dengan menyusui bayi sejak lahir sampai dengan 2 tahun lebih, tapi juga melengkapi perlindungan spesifik melalui pemberian imunisasi dasar dan lanjutan sesuai rekomendasi," terang dr Wiyarni, Rabu (15/8/2018).


Menurut dr Wiyarni, ASI punya berbagai zat protektif untuk melindungi bayi dari infeksi, yang fungsinya imunitas umum. Sedangkan vaksinasi bertujuan membentuk kekebalan spesifik terhadap agen penyakit tertentu.

ASI eksklusif memang harus diberikan. Namun untuk proteksi dari penyakit, hanya mengandalkan ASI tidak cukup. Imunisasi dan vaksin juga penting agar terhindar dari penyakit-penyakit tertentu yang berpotensi menjadi outbreak atau menyebar secara masif.





Tonton juga 'Manfaat ASI bagi Anak':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)
Topik Hangat Fatwa Mubah Vaksin MR
News Feed