Jumat, 24 Agu 2018 08:35 WIB

Awas! Ini Bahayanya Jika Imunisasi Campak Rubella Tidak Maksimal

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Soal vaksin MR, Ketua IDAI menyebutkan baru 15 provinsi yang menjalani imunisasi dengan maksimal. Padahal vaksinasi MR sangat penting sekali dilakukan. Foto: Adhar Muttaqin
Jakarta - Permasalahan halal dan haram soal vaksin MR dapat dikatakan selesai karena fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan hukumnya mubah atau diperbolehkan. Karena itu, alasan untuk tidak memberikan vaksin MR (Maesles Rubella) harusnya tidak muncul lagi.

Dalam acara konferensi pers yang diadakan di gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), Kamis (23/8/2018), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), menyebutkan bahwa saat ini masih ada banyak provinsi yang perlu dimaksimalkan imunisasinya.

"Jadi kalau campak ini sangat sulit untuk Indonesia cakupan imunisasi kita itu harusnya level amannya itu apabila 90-95 persen, untuk saat ini yang kita bisa bilang yang safe mungkin baru 15 provinsi bisanya bisa bayangkan itu dari 34 provinsi," katanya.



Padahal Maesles atau Campak ini sangat mematikan, ini bisa mengarah pada pneumonia (radang paru), diare, atau bahkan ensefalitis (radang otak). Rubella pun tak kalah menyeramkannya dibanding campak itu sendiri.

"Sekarang rubella, rubella mungkin orang menganggap rubella itu tampek, merah-merah, panas nggak begitu tinggi, tetapi anak yang terinfeksi rubella dia akan menularkan ke ibu hamil yang sekitarnya. Anak yang dikandung 90 persen terkena Congenital Rubella Syndrome," tambah dr Aman.

Congenital Rubella Syndrome (CRS) bisa berupa ketulian, gangguan penglihatan, atau malah kebutaan. Selain itu kelainan jantung juga jadi ancamannya. Hingga saat ini belum ada satupun pengobatan untuk mematikan virus Rubella yang masuk ke tubuh seseorang. Imunisasilah cara yang dapat dilakukan untuk upaya pencegahan.



Saksikan juga video 'Seputar Imunisasi dan Tips Mengatasi Demam Setelahnya':

[Gambas:Video 20detik]

(ask/mrs)