Rabu, 10 Okt 2018 08:41 WIB

Lima Kanker Paling Mematikan di Dunia, Salah Satunya Payudara

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kanker payudara merupakan kanker paling banyak pada perempuan (Foto: thinkstock) Kanker payudara merupakan kanker paling banyak pada perempuan (Foto: thinkstock)
Topik Hangat Bulan Kanker Payudara
Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengeluarkan laporan yang menyatakan angka kanker 'melonjak' nyaris 10 juta kematian di tahun 2018. Sejumlah 18,1 juta kasus baru ditemukan dan diperkirakan kanker akan menjadi penyebab pertama kematian dalam kurun waktu seabad terakhir.

Dikutip dari CNN, penelitian yang dilakukan oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) menggunakan data dari 185 negara dengan 36 jenis kanker. Berdasarkan data tersebut, diperkirakan satu dari lima pria dan satu dari enam wanita akan mengidap kanker saat hidupnya, serta satu dari delapan pria dan satu dari sebelas wanita akan mati akibat penyakit tersebut.

Kanker paru, payudara, dan kolorektal (usus besar) merupakan tiga teratas tipe kanker yang paling sering diidap. Kanker paru jadi yang paling mematikan, dengan 1,8 juta kematian pada tahun 2018.



Kanker kolorektal menjadi nomor dua dan diikuti dengan kanker perut serta kanker hati. Di nomor lima ditempati oleh kanker payudara dengan jumlah kematian 627 ribu jiwa.

Data terbaru GLOBOCAN pada tahun 2018 menyebutkan bahwa kanker payudara bertanggungjawab atas 58.256 kasus di Indonesia pada wanita. Dalam laporan tersebut, jika dideteksi lebih dini, kanker payudara justru menjadi penyakit yang dapat dicegah.

Nyaris separuh dari kasus-kasus kanker baru dan lebih dari separuh kematian berada di benua Asia, di mana 60 persen populasi dunia berada. Faktor risiko kini bukan lagi karena kemiskinan dan infeksi, namun telah dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti obesitas dan minum alkohol.

"Angka-angka baru ini menyoroti bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk mengatasi peningkatan yang mengkhawatirkan dalam beban kanker secara global dan pencegahan yang memiliki peran kunci. Pencegahan yang efisien dan kebijakan deteksi dini harus segera diimplementasikan untuk melengkapi perawatan guna mengendalikan penyakit mematikan ini di seluruh dunia," tandas Dr Christopher Wild, direktur IARC.






Tonton juga 'Silent Killer itu Bernama Kanker Leher':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)
Topik Hangat Bulan Kanker Payudara
News Feed