Rabu, 31 Okt 2018 19:08 WIB

Akhir Pekan Habis di Jalan Saat 'PJKA' Tak Berjalan Sesuai Rencana

Widiya Wiyanti - detikHealth
Perjuangan PJKA tak selalu mulus. Foto: Wisma Putra Perjuangan 'PJKA' tak selalu mulus. Foto: Wisma Putra
Jakarta - Para pejuang 'PJKA' Pulang Jumat Kembali Ahad (Minggu) pasti pernah mengalami kendala saat ingin pulang berkumpul dengan keluarga atau sebaliknya, saat kembali ke tempat kerja yang jauhnya berpuluh-puluh kilometer.

Bukannya bisa berkumpul lama dengan keluarga, orang-orang yang bekerja jauh dari keluarga dan harus bolak-balik tiap akhir pekan ini malah menghabiskan banyak waktu di jalan. Seperti seorang pekerja di salah satu universitas di Depok yang harus berjarak jauh dengan putranya di Purbalingga, Jawa Tengah.

"Untuk sampai ke kotaku aku menempuh 10-12 jam perjalanan darat. Artinya aku punya waktu yang cukup banyak untuk istirahat di bus. Begitu sampai di rumah, anak sudah menyambut dengan senyumnya. Meskipun sampai rumah sekitar pukul 4 atau 5 pagi, anakku selalu terbangun saat tahu aku pulang," katanya melalui e-mail kepada detikHealth.

Sementara, waktu hanya bersama anaknya hanya hingga Minggu sore, kemudian harus bersiap kembali bekerja menghadapi kehidupan nyata selama lima hari berikutnya.


Sama halnya dengan yang dialami Ratio, Pegawai BUMN di Jakarta dan istri beserta anaknya berdomisili di Yogyakarta. Menurutnya, pejuang 'PJKA' rentan 'terjadi apa-apa' saat dalam perjalanan.

Seperti ceritanya saat bertolak dari Yogyakarta ke Jakarta menggunakan kereta api eksekutif. Pada sekitar jam dua dini hari, kereta yang ia tumpangi berjalan mundur.

"Saya mendapati kereta berjalan mundur. Ya, mundur ke belakang. Cukup lama saya berpikir apakah ini mimpi atau nyata. Melihat sekeliling penumpang tetap terlelap membuat saya semakin bingung. Berulang-ulang saya mengucek mata dan melihat keluar untuk meyakinkan," cerita Ratio.

Ia pun mencari tahu apa yang tengah terjadi. Terjawab sudah, sebuah truk kontainer terhantam kereta api ekonomi Bogowonto di Pabuaran, Cirebon. Kondisi truk ringsek dan kereta api tergguling. Ini lah yang menyebabkan kereta yang ditumpangi Ratio berjalan mundur ke arah Prupuk untuk melewati jalur peralihan di segitiga Cirebon-Prupuk-Tegal.

Saya pernah alami 2 kali gagal sampai di bandara karena hampir 2 jam tidak berkutik di daerah Sudirman pada Jumat sore sehabis hujan. Perfect hell in Jakarta,Medy Ratna - Pejuang 'PJKA' Jakarta-Surabaya
"Dengan kesadaran penuh kereta akan tiba di Jakarta terlambat. Yang berimbas juga pada jam tiba di kantor hari Senin pagi itu," tuturnya.


Ada pula yang lebih parah, bukan hanya lebih banyak waktu di jalan ketimbang bersama keluarga, namun ada pejuang 'PJKA' gagal berkumpul dengan keluarga di rumah.

Seperti Medy Ratna, seorang pejuang 'PJKA' yang harus pulang ke Surabaya demi bertemu orang tuanya. Tapi nahas, Medy pernah dua kali mengalami kegagalan hanya karena lalu lintas yang sungguh parah di Jakarta.

"Saya pernah alami 2 kali gagal sampai di bandara karena hampir 2 jam tidak berkutik di daerah Sudirman pada Jumat sore sehabis hujan. Perfect hell in Jakarta," ungkapnya.

Nah, di sini ada pejuang 'PJKA' yang mengalami nasib serupa?

(wdw/up)
News Feed