"Saya disuruh datangi dia mengambil barang yang dikirim oleh penjual di mana lokasi dia berada cukup jauh dari lokasi saya. Sambil marah berdecak pakai bahasa Jawa kasar ke saya, di mana saya minta barang dikirim saja ke alamat sesuai map. Saya disuruh membikinkan kopi dengan lancang menyuruh saya," tulisnya di Instagram Story.
Namun tidak sedikit netizen yang beranggapan bahwa ojol tersebut hanya sekadar bercanda, seperti ojol-ojol lain yang kerap lempar candaan dengan pelanggannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari kejadian itu, menurut Veronica Adesla, psikolog klinis dari personal Growth, perilaku bercanda pun memiliki etika yang harus diperhatikan.
"Akan sangat mengesalkan dan menyebalkan ketika berhadapan dengan orang yang bercanda tidak pada tempatnya. Oleh karena itu, budayakan bercanda dengan etika," ujarnya kepada detikHealth, Jumat (2/11/2018).
Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam bercanda yang diutarakan Vero, sapaan akrabnya. Berikut ini penjelasannya.
1. Batasan kesopanan
Bercanda juga harus sopan, terutama dengan orang yang baru kita kenal. Bercanda yang tidak sopan mengandung unsur melecehkan dan merendahkan. Hal itu jelas tidak dibenarkan.
2. Situasi dan kondisi
Bercanda juga harus lihat-lihat situasi dan kondisi. Jangan bercanda pada saat di tengah percakapan serius atau di tengah situasi genting yang membutuhkan fokus, atensi, dan kesigapan.
"Ataupun di tengah situasi berduka yang membutuhkan atensi dan empati, bercanda tidak tepat untuk dilakukan," tambah Vero.
3. Konteks peran dan waktu
Apa yang dimaksud konteks peran dalam bercanda? "Apakah peran di saat itu sebagai pekerja, penyedia jasa, teman, anak, orang tua atau kerabat, dan sebagainya. Tentu akan berbeda candaan ketika bertemu teman dalam konteks sedang kumpul dan jalan bersama dengan ketemu teman dalam konteks kerja," kata Vero.
Tentunya dalam konteks kerja, kita harus tetap menjunjung tinggi profesionalitas kerja, yaitu dengan menerapkan etika dan sopan santun. Serta memberikan yang terbaik sehingga dapat memberikan layanan yang memuaskan, baik pada pelanggan maupun atasan.
(wdw/up)











































