Medical Officer of PT. Kalbe Farma, dr. Claudia Anggi Citra Putri, mengungkapkan tepung kelapa mengandung serat pangan 11 gram dalam 50 gram sediaan sehingga mengandung serat pangan cukup tinggi. Jika dibandingkan dengan terigu, tepung kelapa memilliki kandungan serat 14 kali lebih banyak.
"Kandungan serat inilah yang membuat glikemik indeks dalam tepung kelapa menjadi rendah. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh Trinidad dan kawan-kawan, di mana olahan kue yang ditambahkan tepung kelapa memiliki indeks glikemik lebih rendah dari pada yang tidak ditambahkan," ujar dr Anggi kepada detikHealth, Senin (19/11/2018).
dr. Anggi pun menjelaskan bahwa menggunakan atau mencampurkan tepung kelapa ke dalam aneka makanan harian berfungsi untuk membantu mengontrol gula darah, memperlambat proses pencernaan sehingga terasa kenyang lebih lama, dan membantu mengontrol berat badan.
"Penelitian yang dilakukan Trinidad dan kawan-kawan pada 10 orang normal dan 10 orang diabetes yang diberikan makanan olahan menggunakan dan tidak menggunakan tepung kelapa, menyimpulkan kenaikan glukosa darah lebih rendah pada makanan yang diberikan tambahan tepung kelapa," jelasnya.
Maka dr, Anggi menekankan tepung kelapa dapat menjadi alternatif nutrisi untuk penderita diabetes. Dengan catatan, Indeks glikemik yang lebih rendah tidak serta merta aman untuk dikonsumsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, bahan pangan dengan indeks glikemik rendah jika dimakan dalam jumlah banyak maka beban glikemik juga menjadi besar. Pada akhirnya asupan tersebut tidak memberikan manfaat tambahan.
Cara mengonsumsi tepung kelapa pun beragam. Tepung kelapa seperti H2 Tepung Kelapa bisa dicampurkan dengan nasi, adonan roti dan kue, smoothie, puding ataupun digunakan sebagai pengganti tepung roti. (ega/up)











































