Senin, 17 Des 2018 18:21 WIB

Studi: Tren Rokok Elektrik di Kalangan Remaja Meningkat!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Banyak siswa yang menganggap rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau biasa. (Foto: Rengga Sancaya) Banyak siswa yang menganggap rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau biasa. (Foto: Rengga Sancaya)
Topik Hangat Nge-Vape Lebih Sehat?
Jakarta - Kebiasaan merokok dengan rokok elektrik atau vaping di kalangan remaja cukup memprihatinkan. Penelitian yang dilakukan oleh Monitoring the Future beberapa waktu lalu menunjukkan sekitar 1 dari 5 siswa sekolah menengah atas menggunakan rokok elektrik.

"Ini sangat mengkhawatirkan. Kami sangat risau mengenai meningkatnya vaping," ujar Nora Volkow, direktur dari Institute on Drug Abuse yang juga mendanai penelitian ini, dikutip dari NPR.

Persentasi siswa sekolah menengah atas yang menggunakan rokok elektrik dalam sebulan naik menjadi 20,9 persen pada 2018, naik dari tahun sebelumnya yakni 11 persen.

Peneliti mengatakan peningkatan ini dua kali lebih besar dari rekor sebelumnya pada siswa yang duduk di kelas 12. Selain itu, kebiasaan merokok pada anak-anak juga meningkat dari 8 persen menjadi 16 persen.



"Kebijakan dan prosedur untuk mencegah remaja menggunakan rokok elektrik jelas tidak berhasil. Industri vaping berkembang sangat cepat. Strategi baru harus diluncurkan di tahun-tahun mendatang agar kebiasaan ini bisa ditangani," tutur ketua peneliti, Richard Miech dari University of Michigan.

Banyak siswa yang menganggap rokok elektrik lebih aman daripada rokok tembakau biasa. Padahal, rokok elektrik juga mengandung nikotin yang sama bahayanya. Penggunaan rokok elektrik dapat merusak otak dan akan meningkatkan kecenderungan konsumsi obat terlarang.

Temuan lainnya yang juga mengejutkan banyak pihak adalah banyak remaja mengatakan mereka hanya 'menghirup rasa' ketika menggunakan rokok elektrik. Mereka tidak menyadari bahwa kandungan nikotin dalam vaping juga terlampau tinggi.

Kritikan terhadap Food and Drug Administration (FDA) dilayangkan. Beberapa pihak menyayangkan FDA kurang tegas dalam membuat regulasi untuk mengatur penjualan rokok elektrik khususnya di kalangan remaja.



Tonton video 'Coba Rokok Elektrik, Bocah Ini Mengalami Kebutaan':

[Gambas:Video 20detik]

Studi: Tren Rokok Elektrik di Kalangan Remaja Meningkat!
(kna/up)
Topik Hangat Nge-Vape Lebih Sehat?
News Feed