Kamis, 03 Jan 2019 06:55 WIB

Tren Kesehatan 2019

Ada Pilpres di 2019, Begini Prediksi Dokter Soal Kesehatan Jiwa

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Ilustrasi pemilihan umum (Foto: Ari Saputra) Ilustrasi pemilihan umum (Foto: Ari Saputra)
Topik Hangat Tren Kesehatan 2019
Jakarta - Tahun 2019 disebut-sebut sebagai tahun politik, mengingat ada perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun tersebut. Panasnya suhu politik yang mulai terasa di media sosial maupun dalam keseharian, oleh banyak kalangan diperkirakan bakal memicu masalah kejiwaan.

Kemungkinan terjadi peningkatan masalah kejiwaan di 2019 dibenarkan oleh dr Andri, SpKJ, psikiater deri RS Omni Alam Sutera. Namun menurutnya, Pilpres bukan satu-satunya penyebab peningkatan tersebut.

"Masalah kejiwaan memang akan terus ada dan bahkan menjadi masalah yang lebih besar di tahun 2019 ini hingga 2020 mendatang," kata dr Andri dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.

"Masalah kesehatan jiwa terbesar sepanjang tahun ini adalah depresi," sebutnya.



Kelompok yang rentan mengalami masalah kejiwaan, menurut dr Andri adalah anak muda yang belum punya kemampuan menghadapi dan menangani gejolak psikologis dengan baik. Dan menurutnya, masalah ini sebenarnya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat modern.

"Sebenarnya itu nggak ada pengaruhnya mau saat tahun pilpres atau tidak, masalah jiwa memang akan selalu ada. Kitanya saja yang sering kali tidak mengingat adanya masalah ini," jelas dr Andri.



Menurut dr Andri, Pilpres banyak dikaitkan dengan masalah kejiwaan karena 'panasnya' terasa hingga media sosial. Melalui media sosial pula, banyak berita beredar soal caleg (Calon Legislatif) yang kalah bisa masuk rumah sakit jiwa. Padahal menurut dr Andri, yang mencalonkan diri sebagai Caleg cuma segelintir orang.

"Tidak semudah itu kita dapat memberikan suatu benang merah antara adanya masalah kejiwaan dengan adanya pemilihan presiden. Itu hanya kelihatannya saja berkaitan," tutup dr Andri.



(up/up)
Topik Hangat Tren Kesehatan 2019