Kamis, 03 Jan 2019 10:20 WIB

Bisa Memicu Bunuh Diri, Depresi Masih Diwaspadai di 2019

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Depresi yang berlarut-larut bisa memicu keinginan untuk bunuh diri (Foto: thinkstock) Depresi yang berlarut-larut bisa memicu keinginan untuk bunuh diri (Foto: thinkstock)
Topik Hangat Tren Kesehatan 2019
Jakarta - Di tahun 2018 terjadi banyak kasus bunuh diri yang menyita perhatian. Hal yang melatarbelakangi maraknya kasus bunuh diri di tahun 2018 ini menurut ahli ialah sebagian besar adalah gangguan kejiwaan depresi.

Menurut dokter spesialis kedokteran jiwa dari Omni Hospital Alam Sutera, dr Andri, SpKJ, FACLP, depresi kemungkinan masih akan menjadi masalah di 2019.

"Maraknya kasus bunuh diri di tahun 2018 lalu, kita disadarkan bahwa masalah mengenai kejiwaan itu sangat serius dan memang ada. Gangguan depresi ini nyata adanya dan bahkan mengakibatkan orang hingga bunuh diri," ujar dr Andri dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.



"Selama ini kita dibutakan. Kalau orang depresi mengeluh dibilang lebay, orang depresi bilang sedih kita jawab biasa aja lah nanti juga hilang sendiri. Nah hal ini perlu diketahui bahwa depresi ini bukan sekadar sedih yang biasa, kita harus lebih peka," ujar dr Andri.

dr Andri mengatakan bahwa depresi bukanlah hal yang biasa, namun depresi ialah syndrome atau kumpulan gejala-gejala yang berkaitan dengan suasana perasaan seseorang atau mood
yang menetap biasanya lebih dari dua minggu.

"Lalu kondisi ini juga biasanya dikaitkan dengan mood seseorang yang menurun dan harapan yang tidak ada lagi, atau putus asa. Masalah kejiwaan akan selalu ada dalam situasi apapun, kita harus lebih aware dan lebih peka terhadap seseorang" pungkas dr Andri.

(up/up)
Topik Hangat Tren Kesehatan 2019
News Feed