Selasa, 22 Jan 2019 19:22 WIB

Nggak Ingin Kena Penyakit Jantung? Jauhi Begadang, Pastikan Cukup Tidur

Ayunda Septiani      - detikHealth
Hati-hati sakit jantung yang dipicu dengan kebiasaan kurang tidur. Foto: Thinkstock Hati-hati sakit jantung yang dipicu dengan kebiasaan kurang tidur. Foto: Thinkstock
Jakarta - Bisakah durasi dan kualitas tidur memengaruhi kesehatan jantung? Studi terbaru menjelaskan kaitan antara berapa lama waktu tidur setiap malamnya, dengan risiko masalah kardiovaskular.

Pentingnya tidur akan menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara umum. Namun, semakin banyak peneliti yang mencari tahu bagaimana kualitas tidur memperngaruhi aspek-aspek tertentu dari kesehatan seseorang.

Dikutip dari Medical News Today, penelitian dari Centro Nocional de Investigaciones Cardiovasculares Carlos III di Madrid, menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas tidur dan risiko aterosklerosis. Arteroklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri.


"Penyakit kardiovaskular adalah masalah global utama, dan kami mencegah dan mengobatinya dengan menggunakan beberapa pendekatan seperti obat-obatan, aktivitas fisik, dan diet," ujar dr Jose Ordovas, penulis senior studi baru tersebut.

Studi lain juga menyebutkan, bahwa kurang tidur bisa menjadi pertanda perkembangan penyakit alzheimer. Dan beberapa resiko lain seperti tekanan darah tinggi.

"Tetapi penelitian ini menekankan kita harus menjadikan tidur sebagai salah satu senjata yang kita gunakan untuk memerangi penyakit jantung," tutupnya.

Penelitian ini menekan untuk tidur dengan kualitas yang baik. Seperti tidur selama 7-8 jam sehari, untuk menghindari risiko penyakit kardiovaskular terutama risiko arterosklerosis.

(up/up)