Senin, 28 Jan 2019 16:00 WIB

Kemenkes Tegaskan Urun Biaya Bukan karena Defisit BPJS Kesehatan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Aturan baru tentang urun biaya dan selisih biaya cukup bikin heboh (Foto: iStock) Aturan baru tentang urun biaya dan selisih biaya cukup bikin heboh (Foto: iStock)
Jakarta - Aturan baru yang ada dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018 mengenai urun biaya bagi peserta BPJS Kesehatan yang belum ditetapkan kapan berlakunya ini cukup membuat heboh masyarakat Indonesia.

Namun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa aturan ini bukan dikarenakan ada pelayanan yang selama ini memakan biaya besar sehingga menimbulkan defisit bagi BPJS Kesehatan.

"Untuk urun biaya yang berbiaya besar, ini sungguh salah. Tujuan kami dari jaminan kesehatan justru akan melindungi masyarakat dari pelayanan berbiaya tinggi tersebut," ujar Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, dr Kalsum Komaryani, MPPM di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).



Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenkes, Sundoyo, SH, MKM, MHum pun menjelaskan bahwa aturan itu bertujuan untuk kendali mutu dan kendali biaya. Juga untuk mencegah adanya penyalahgunaan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh peserta atau moral hazard.

"Ini perlu dilakukan kajian oleh tim, misal sering kan ibu-ibu yang kalau lahir mau di hari yang bagus. Misal di tanggal 17 agustus atau di malam tahun baru, kalau bisa di jam 00.00. Padahal di pemeriksaan masa kehamilan dia bisa lahir normal," jelas Sundoyo.

"Kalau mau sesar tapi pas tahun baru, itu kan termasuk perilaku dan selera bukan? Ya itu maksud saya. Tapi ini perlu dikaji lebih lanjut, apakah termasuk jenis pelayanan yang bisa dikenakan urun biaya atau tidak tentu dari timnya," lanjutnya.

Sundoyo juga menegaskan bahwa urun biaya hanya dikenakan pada beberapa jenis pelayanan saja, bukan keseluruhan pelayanan untuk rawat jalan dan rawat inap. Namun hingga kini, jenis-jenis pelayanan apa saja yang dikenakan urun biaya belum ditentukan.




Tonton video 'Warga Cemas Jika BPJS Tak Gratis Lagi':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed