Rabu, 30 Jan 2019 12:35 WIB

Khawatir DBD Mewabah, Koleksi Ikan Cupang Dilepas ke Selokan

Kireina S. Cahyani - detikHealth
Ikan cupang dipercaya bisa memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penular DBD (Foto: Eko Sudjarwo) Ikan cupang dipercaya bisa memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penular DBD (Foto: Eko Sudjarwo)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD
Jakarta - Waspada akan demam berdarah dengue atau DBD di musim hujan saat ini, banyak orang melalukan berbagai upaya pencegahan. Ada yang membudidayakan lavender hingga serai, ada juga yang memelihara ikan cupang.

Seperti halnya yang dilakukan Irvan, seorang pria di Bekasi. Mendengar DBD tengah mewabah akhir-akhir ini, penggemar ikan cupang ini merasa terpanggil untuk merelakan ikan-ikan koleksinya dilepas di tempat-tempat air menggenang. Salah satunya, di saluran pembuangan.

"Kemarin saya lepasin beberapa ikan saya di sekolakan biar ngurangin jentik. Dan hasilnya lumayan banget untuk mengurangi nyamuk," ujar Irvan saat dihubungi detikHealth, Selasa (30/1/2019).



Menurut Irvan, jentik nyamuk di musim hujan memang sedang banyal-banyaknya. Ia meyakini, ikan-ikan cupang yang dilepasnya akan memangsa jentik tersebut sehingga tidak berkembang jadi nyamuk,

"Saya lepasin ikannya 4 ekor hasil ternakan, kalau indukannya saya beli harganya 150 ribu 1 pasanganya, jadi kalau dihitung-hitung uang kira-kira habis 300 ribu," jelas Irvan kepada detikHealth.

Ikan cupang yang dilepas Irvan berjenis giant koi marble. Jenis ikan ini menurut seorang yang gemar budidaya ikan cupang memiliki tubuh yang lebih besar daripada jenis ikan cupang lainnya, sehingga ikan cupang ini tentu akan lebih efektif melahap lebih banyak jentik nyamuk dari ikan cupang jenis lainnya.

"Meskipun belum ada yang terkena DBD di kawasan saya, cuma pas musim hujan gini memang banyak banget jentik jentik. Jadi untuk menghindarinya, ya lebih baik saya antisipasi saja, sambil memanfaatkan hobi saya juga yang membudidayakan ikan cupang ini," tutup Irvan.

(up/up)
Topik Hangat Serangan Nyamuk DBD