Kamis, 07 Mar 2019 22:08 WIB

Pipis Anak IPA dan IPS Beda, Ada Saran Nih dari Psikolog Klinis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jurusan IPA maupun IPS, kalau ujian sama-sama bisa bikin stres (Foto: Agung Pambudhy) Jurusan IPA maupun IPS, kalau ujian sama-sama bisa bikin stres (Foto: Agung Pambudhy)
Topik Hangat Anak IPA Vs Anak IPS
Jakarta - Sebuah penelitian unik dilakukan oleh para siswa SMAN 1 Purworejo. Mereka mengungkap perbedaan komposisi urine anak IPA dan IPS, yang mereka yakini berhubungan dengan stres dan tingkat kesulitan mata pelajaran.

"Dalam kesehariannya mereka memiliki perbedaan dalam kebiasaan atau aktivitas. Perbedaan aktivitas ini kemungkinan dapat berpengaruh terhadap aktivitas fisiologis mereka dan juga pada urine yang dihasilkan," kata Ahmad Nur Muzakki (16), salah seorang siswa yang melakukan penelitian tersebut.

"Kondisi ini berdasarkan wawancara dan analisis data uji kimia serta mikroskopis, didapat bahwa kondisi tersebut dimungkinkan karena adanya gangguan pencernaan yang bisa disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur atau gangguan psikologis (stres)," lanjut Muzakki yang mengerjakan penelitian ini bersama rekannya, Mastri Imammusadin (17).



Jika benar bahwa perbedaan komposisi urine anak IPA dan IPS berhubungan dengan tingkat stres, maka sebenarnya masing-masing jurusan di sekolah punya tantangannya sendiri. Baik anak IPA maupun IPS, menurut psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, sebenarnya sama-sama menghadapi risiko stres.

"Anak IPA dan anak IPS dua-duanya sama-sama bisa stres ketika menghadapi ujian nasional," kata Vero, demikian sapaannya, saat dihubungi detikHealth.



Untuk mengatasi stres, Vero memberikan tips untuk para pelajar terutama saat mempersiapkan ujian:

1. Time management - buat jadwal belajar dari jauh-jauh hari sebelum ujian. Mulailah mencicil materi yang harus dipelajari.

2. Beri waktu belajar yang lebih untuk pelajaran yang kamu rasa sulit. Atur waktu untuk belajar bersama teman yang dapat membantu mengajari kamu, bertanya pada guru, ataupun les.

3. Belajar juga perlu diselingi dengan rehat atau istirahat sejenak. Alih-alih belajar 3 jam berturut2, buatlah jadi dua sesi 1.5 jam lalu break istirahat 10 menit kemudian lanjut lagi 1.5 jam kemudian.

4. Jauhkan diri dari segala hal yang dapat mendistraksi fokus dan konsentrasi belajar. Seperti HP, televisi, internet, dsb.

5. Cari atau ciptakan tempat yang mendukung suasana belajar yang nyaman untuk kamu. Seringkali mengubah tata letak barang2 ataupun menambah barang baru di ruang belajar dapat mendukung terciptanya suasana belajar menyenangkan.

(kna/up)
Topik Hangat Anak IPA Vs Anak IPS