Selasa, 02 Apr 2019 15:05 WIB

Selera Pasien Juga Jadi Pertimbangan Terapis Saat Pilih-pilih Minyak Pijat

Rosmha Widiyani - detikHealth
Jenis minyak untuk terapi juga disesuaikan dengan selera pasien (Foto: iStock) Jenis minyak untuk terapi juga disesuaikan dengan selera pasien (Foto: iStock)
Jakarta - Pilihan minyak yang digunakan dalam pijat atau terapi pengobatan alternatif lain ternyata tak hanya bergantung pada manfaatnya. Selera ikut mempengaruhi jenis minyak yang akhirnya digunakan.

Apalagi bila pijat dipilih sebagai upaya relaksasi atau penyegaran kembali. Pijat untuk relaksasi biasanya menggunakan minyak zaitun yang banyak tersedia tanpa aroma. Sedangkan untuk terapi, pemijat biasanya memilih minyak yang menimbulkan sensasi hangat misal Gandapura atau GPU.

"Jika konsumen ingin pijat relaksasi dengan minyak beraroma maka pilihannya kita ikuti. Misal kita sediakan minyak zaitun dengan aroma tertentu yang kini tersedia di pasaran. Untuk pijat yang bertujuan terapi, kita juga mengikuti selera konsumen karena ada yang tidak tahan dengan baunya," kata praktisi pijat Dedy Suryadi pada detikHealth, Senin (1/4/2019).



Dedy yang juga Ketua Umum Perkumpulan Para Pemijat Penyehatan Indonesia (P-AP3I) akan menyarankan minyak zaitun bagi konsumen yang kurang suka aroma minyak untuk terapi. Menurutnya, minyak zaitun juga menyediakan rasa hangat untk meredakan rasa nyeri dan bengkak.

Terlepas dari jenis jenis yang digunakan, Dedy menyarankan minyak terbuat dari bahan alami yang minim efek samping. Untuk relaksasi, minyak sebaiknya tidak menimbulkan efek terlalu panas yang umumnya kurang disukai konsumen.




Simak Juga 'Yuk Intip Cara Membuat Minyak Kuda yang Berkhasiat':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)