Jumat, 03 Mei 2019 13:08 WIB

Banyak RS Belum Akreditasi hingga 'Diputus' BPJS, Ini Alasannya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Rumah sakit yang belum akreditasi tidak bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan (Foto: Grandyos Zafna) Rumah sakit yang belum akreditasi tidak bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan (Foto: Grandyos Zafna)
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS
Jakarta - Per April 2019, sebanyak 271 rumah sakit di Indonesia belum memenuhi syarat akreditasi. Akibatnya, kerja sama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan diputus sementara.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Ichsan Hanafi mengaku kaget dengan kebijakan ini. Menurut Ichsan, pihaknya telah bersiap untuk mengikuti prosedur.

"Sempat minta supaya yang pernah punya akreditasi supaya diutamakan hingga 30 Juni, karena batasnya itu. Kaget juga kok ada putus kontrak lagi," jelas Ichsan kepada detikHealth, Jumat (3/5/2019).



Beberapa alasan sejumlah RS belum akreditasi menurut Ichsan adalah sebagai berikut:

1. Sudah akreditasi tetapi belum diperpanjang
2. Sudah mengajukan akreditasi tapi belum dapat jadwal
3. Sudah mendaftar akreditasi dan sudah terjadwal, tetapi masih menunggu
4. Sudah akreditasi tetapi belum ada pengumuman.

Putus kontrak antara BPJS Kesehatan dengan sejumlah rumah sakit yang belum akreditasi berdampak pada pelayanan pasien. Sejumlah rumah sakit seperti RS Kramat 128 untuk sementara waktu tidak melayani pasien BPJS Kesehatan hingga masalah tersebut teratasi.

(up/up)
Topik Hangat Putus Kontrak RS-BPJS